17 Juni 2009

Sayur Pedas Ikan Panggang

Judulnya mekso yo.


Dapet hibahan ikan panggangan dari Yangti, dan kebetulan ini memang favorit mama sama papa. Bingung mau diolah gimana, kalo disambel aja kayaknya udah bosen deh. Akhirnya dimasak sayur pedes aja biar tambah semangat. Soale kalo makan pasti keringat bercucuran tuh, hehehe.

Berhubung memang kita doyan pedes, jadi takaran cabenya nggak ada aturan. Bagi yang nggak kuat kepedesan, jangan mengikuti versi kita ya, nanti bakal terasa terbakar deh mulutnya hehehe.


Sayur Pedas Ikan Panggang
By: Veronica

Bahan:
3 buah ikan panggangan, goreng setengah matang
4 buah cabe hijau, diiris
2 cm lengkuas, memarkan
2 buah daun jeruk purut dan daun salam
3 buah belimbing wuluh
santan dari seperempat butir kelapa
air secukupnya

Bahan yang dihaluskan:
4 siung bawang merah
2 siung bawang putih
3 biji kemiri
cabe kecil secukupnya (tergantung selera pedesnya)
2 buah cabe merah besar
garam dan gula secukupnya

Cara:
1. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan cabai hijau, lengkuas, daun jeruk dan daun salam, belimbing wuluh, aduk lalu beri air sedikit. Masukkan ikan, didihkan.
2. Setelah mendidih dan bumbu meresap, masukkan santan sedikit demi sedikit. Aduk perlahan, bubuhkan garam dan gula secukupnya, aduk kembali. Didihkan hingga matang. Angkat.

Kalau makan harus ditempat yang dingin dan sejuk, karena masakannya bikin panaass, hehehe.

16 Juni 2009

Latbar FM June'09: Food Photography with Mae

Tertarik dengan laporan salah seorang teman tentang acara seru yang diadakan sebuah milis, akhirnya aku pun tergiur untuk bergabung. FoodMonster, milis pecinta kuliner yang menurut saya memang heboh dan seru.

Nah, setiap bulan milis ini mengadakan latihan bersama (Latbar) dengan tema yang berbeda. Bulan Juni ini terpilihlah tema Food Photography dengan instruktur mbak Mae. Wah, wajib dateng nih, makanya semua jadwal di hari Sabtu kemaren dikosongkan biar bisa ikut latbar kali ini.

Latbar ini merupakan latbar pertama buatku, tapi tidak terasa asing karena para Monster (begitu sebutan buat kami) sangat hangat dan akrab. Yang unik, masing-masing peserta wajib membawa potluck yang sudah ditentukan sebelumnya. Dan beruntungnya aku, karena kebagian bawa desert/minuman segar. Soale pasti stress duluan kalo disuruh bawa masakan, hehehe. 'Acara dimulai jam 12 tet ya'. Begitu bunyi pengumuman di milis. Ternyata oh ternyata tetep aja molor deh, dan aku jadi peserta pertama yang mengisi rumah mbak Mae siang itu.

Setelah semua berkumpul, dimulailah bimbingan dari sang mentor. Diawali dengan pengenalan Basic Photography, terdiri dari teori dasar fotografi dan komposisi. Dari situ dibagi lagi beberapa teori mendasar yang digunakan untuk menghasilkan foto yang baik dan berkualitas. Kemudian diajarkan Digital Photography, disini kita diajak untuk mengenal fungsi pada kamera masing-masing. Kita jadi tahu nih simbol-simbol yang punya arti penting di kamera kita. Berikutnya adalah bagian yang paling dinanti, yaitu Food Photography. Ternyata banyak yang mesti diperhatikan dan dipersiapkan lho untuk menghasilkan foto makanan yang menarik itu. Tidak hanya bahan utama (makanan) saja yang mesti ditata rapi, tapi penyajian yang menarik dengan menambahkan ornamen atau pemanis lain (bunga, buah, dll) akan semakin mempercantik hasil jepretan kita.




Ini beberapa hasil fotoku yang aku anggap layak tayang, hehehe. Meskipun banyak kekurangan, tapi berharap masih ada yang bilang kalo ini bagus (ngarep, hehehe). Masih dalam taraf belajar dan harus banyak latihan, jadi ya harap maklum ya.




So many thank's to mb. Mae for sharing.
Next time mungkin diadakan yang Part 2, soale kemaren kurang puass dan terhalang oleh waktu, hehehe.

21 April 2009

Macaroni Schotel



Pulang kantor, hujan sudah menanti dengan deras yang di luar batas (dueress banget). Di jalan sudah terlihat beberapa kompleks pada mati lampu. Berharap keadaan di rumah baik-baik saja, boleh hujan tapi jangan mati lampu.

Beryukur karena begitu masuk ke kompleks, masih ada cahaya lampu yang terang benderang di tengah hujan yang dahsyat (hiperbola mood on nih). Berlari kecil untuk masuk rumah, lepas sepatu, taruh tas, lalu terdengar 'jedueerr' (bunyi guntur) dan langsung 'pet' (mati lampu). *dalam gelap* mencari lilin, karena emergency lamp-nya rusak (sial). Beruntung mas Angga nggak histeris dan rewel, dia tetep 'cool' (wah, mama banget dech, hehe).

Biar pun mati lampu, semangat masak masih berkobar nih. Dari awal udah niat banget mau ngolah macaroni dan bahan lain yang sudah siap menanti.

Setelah istirahat sejenak dan menidurkan mas Angga (tumben nih, tidur agak sore), tiba-tiba cahaya itu muncul. Yaa..lampunya udah nyala lagi. Semakin melengkapi jalan untuk baking nih, yess.




Macaroni Schotel
by: veronica

Bahan:
250 gr macaroni, rebus, tiriskan
100 gr bawang bombay
3 siung bawang putih
1 buah wortel, cincang
1 batang seledri, cincang
1/2 kaleng daging kornet
500 ml susu cair
3 butir telur, kocok sebentar
50 gr keju, potong-potong
50 gr keju, parut
2 sdm tepung maizena
2 sdm margarin
garam dan merica secukupnya

Cara:
1. Panaskan margarin, tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum. Masukkan wortel, daging kornet, seledri dan potongan keju, tambahkan tepung maizena. Tuang susu sedikit demi sedikit, masukkan garam dan merica, aduk rata. Didihkan, angkat.
2. Masukkan telur, aduk sampai rata. Tuang ke dalam pinggan tahan panas atau aluminium cup yang sudah dioles margarin. Taburi keju parut di atasnya.
3. Panggang kurang lebih 30 menit, hingga matang.

16 April 2009

Botok Tahu Tempe

Sumpek juga, karena selalu bingung berpikir masak apa setiap harinya. Kadang malah muncul ide yang tidak terduga. Seperti tadi pagi, yang diutamakan adalah masakan buat mas Angga, setelah itu bingung masak apa buat penghuni dewasanya.

Daun pisang si tukang sayur memberi ide secara mendadak untuk membuat botok. Ya, botok, masakan yang jarang sekali ada di rumah. Dimakan dengan nasi anget pasti begitu nikmatnya.



Botok Tahu Tempe
by: veronica

Bahan:
1 kotak tahu ukuran sedang (potong kotak-kotak)
1 kotak tempe
(potong kotak-kotak)
1/2 batok kelapa (parut)
2 sdm petai cina

4 buah cabe hijau (iris serong)
1 ikat kemangi (ambil daunnya)
Daun pisang untuk membungkus (cuci/bersihkan)

Bumbu halus:
3 siung bawang merah
3 siung bawang putih
3 buah cabe merah besar
5 buah cabe rawit
(sesuai selera)
sedikit kencur, lengkuas, daun jeruk purut
gula dan garam secukupnya

Cara membuat:

1. Rebus tahu dan tempe sebentar, tiriskan
2. Campur bumbu halus, tahu, tempe dan semua bahan lain, aduk rata.
3. Ambil selembar daun pisang, masukkan 2 sendok isi botok tadi, bungkus dan sematkan lidi.
4. Kukus kurang lebih 30 menit hingga matang.

11 April 2009

Bubur Weton

Weton tuh apa ya...Hmm aku juga sering bingung kalo harus menjelaskan detail tentang ini. Yang aku tau weton itu penanggalan Jawa yang ada di bawah angka tanggal setiap bulannya. Ada pon, wage, kliwon, legi, pahing. Makna dan artinya ada sendiri-sendiri dan sekali lagi jangan tanya ke aku, karena aku akan sangat sulit untuk menjelaskannya (lagi). Silahkan search aja di mesin canggih google, hehe.

Dan hari Jumat kemaren pas wetonnya mas Angga. mBah'e yang
ngemong sudah pasti mengingatkan dan mewajibkan untuk membuat bubur merah putih ini. Jadi bangun pagi langsung berburu kelapa parut sama gula merah di tukang sayur. Abis itu, bersiap untuk mengaduk-aduk nih bubur.



Di keluargaku bubur ini selalu disajikan dalam lima rupa yang berbeda
. Sebelum dimakan dibacakan doa terlebih dahulu, tujuannya untuk memohon keselamatan, kesehatan dan rejeki. Sudah tradisi yang turun menurun sih, jadi penjelasannya kurang akurat. Yang penting tujuan dan niatnya baik.