Tampilkan postingan dengan label gorengan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gorengan. Tampilkan semua postingan

16 Maret 2009

Demo Masak KGF'09


Setelah minggu yang lalu tidak ada kegiatan sama sekali karena mas Angga sakit, hari Minggu kemaren kita mencari kegiatan di luar rumah. Ceritanya pengen refreshing untuk mengembalikan semangat dan menghapus rasa bosan nih.

Memang sudah direncana kalo mama pengen ke acara pameran buku di Kompas Gramedia Fair (KGF)'09. Karena tidak memungkinkan untuk datang di hari kerja, maka hari Minggu-lah yang dipilih. Dan memang disengaja juga mas Angga dititipkan di rumah Uti (soale kasian dan pasti bosen nungguin mama dan papanya milih-milih buku). Kebetulan sekali waktu kita tiba di sana, ada demo masak di panggung. Nimbrunglah mama disana. Menu yang dipraktekkan sih termasuk menu yang sangat mudah dibuat.

Ibu Nursaadah sebagai pendemo sekaligus penulis buku resep 'Sajian Favorit ala Warung Tenda', dan 'Snack Goreng Populer', mempraktekkan 3 macam menu. Yang pertama adalah Pisang Panggang Mentega. Sambil merem aja, juga bisa deh buatnya (guammpaang puoll). Lha wong cuman pisang yang dioles mentega trus dipanggang diatas telflon, kalo udah mateng dikasih keju parut ato coklat serut doang. Resep yang kedua Siomay Goreng Isi Telur. Kulit pangsit yang diisi sama adonan kakap fillet, ayam fillet, udang kupas, ditambah telur puyuh ditengahnya trus diiket dan digoreng deh (so simple). Yang terakhir adalah minuman Blue Ice. Terbuat dari campuran minuman bersoda warma biru dan susu cair, ditambah dengan nata de coco dan buah leci kalengan, jangan lupa idtambah es batu (emang seger sih).

But, I think it's very easy for me. Kurang ada tantangannya. Tapi ya mau gimana lagi, memang demonya cuman itu aja. Ya Gak papa lah, yang pasti tetep dapat ilmu baru dan bisa m'borong buku dan VCD anak buat mas Angga (discount bouw...hehe).

14 Januari 2009

Pisang Goreng

Akhir-akhir ini, Surabaya lagi diguyur ujan deres nih. Ujannya juga nggak tanggung-tanggung, hampir selalu buat genangan yang agak tinggi (banjir), dan hampir di jam pulang kantor. Jadi terinspirasi untuk buat kudapan hangat.



Pisang goreng jadi andalan yang tepat, karena mudah, cepat dan nikmat hehehe. Ditemani secangkir teh, kopi ato coklat, rasanya semakin lengkap untuk menghangatkan badan. Meskipun pisang goreng ini termasuk kategori kudapan yang gampang banget buatnya, bukan berarti gak layak untuk dipostingin kan. Hanya sekedar menginspirasi saja hehehe.


08 September 2008

Proyek Minggu Ceria

Hari Minggu kemaren nggak ada jadwal kemana-mana (biasanya ada aja), secara papa harus terbang ke Medan (tugas kantor memang tidak mengenal hari libur). Papa brangkatnya Minggu jam 9 pagi, packingnya udah dari Sabtu malem. Setelah melakukan persiapan, pamitan plus cipika cipiki, akhirnya papa meluncur ke bandara, diiringi lambaian tangan mama dan mas Angga (wallahh, berlebihan, biasanya juga sering ditinggal kok). Abis papa berangkat, mama bebas merdeka, eh salah hehe, maksude bebas bermain sama mas Angga. Tambah lucu aja anakku ini, tambah pinter juga, soale sudah sukses membuat mama kewalahan dan kecapekan mengikuti dia bolak-balik dari ruang tamu sampek dapur dengan mbrangkang (merangkak.red). Dianya sih asik-asik aja, lha mama yang gempor. Giliran dia yang capek, mama juga yang harus ngladenin (ya iya lahh), mesti nggendong, ambil minumnya, trus abis minum harus ganti celananya, soale yang atas diisi eh yang bawah bocor alias ngompol. Tapi sangat menyenangkan sekali menghabiskan waktu bersamanya. Setelah mas Angga ka'o (bobok), giliran mama yang memanjakan diri. Bukan dengan luluran ato creambath sih, tapi perang sama peralatan dapur (sudah dinanti-nanti nih).

Pengennya buat yang nggak ribet-ribet sih
(alasan: kekurangan bahan, hehe). Buka di kulkas masih ada jagung manis pipilan, ide yang langsung muncul adalah bakwan jagung (ide yang nggak mutu nggak sih). Lumayan buat camil-camilan (bukannya buat lauk ya). Sreng...srengg..goreng..goreng...mateng deh.



Abis acara menggoreng selesai, baru inget kalo tadi pagi ngrendem kacang ijo. Sebelumnya ngintip mas Angga dulu di kamar, ternyata masih pulas, langsung deh dilanjut buat bubur kacang ijonya. Diicipin, mmm..enakk. Tapi mama senengnya kalo dikasih es ato dimasukkin kulkas, segerr gitu rasanya. Jadi minumnya nunggu agak lama dulu biar dingin.


Setelah semua beres, masukkin semangkok kacang ijo ke kulkas, eh kok ada bungkusan siomay nyempil di pojokkan
(jangan kuatir, siomaynya beli jadi kok). Tanpa pikir panjang, kembali lagi ke paraduan (dapur.red), ambil kukusan, masukin tuh siomay, tunggu deh sampai mateng. Pas si somay mateng, pas pula mas Angga bangun. Padahal proyek mama belum selesai nih (mengabadikan karya yang tidak seberapa ini, hehe). Tapi nggak papa deh, diladenin dulu si mas ini, kalo udah kan bisa diambil alih sama mbah Mus sang asisten. Abis itu baru deh mama jepret-jeprett.


Akhirnya terlampiaskan sudah hasrat perdapuran. Proyek Minggu Ceria sudah terlaksana dengan sukses. Tinggal menyaksikan segala jerih payah itu satu per satu dinikmati semua keluarga dan mama kembali bermain dengan mas Angga.



05 Agustus 2008

Pastel

Kali ini pengen buat yang gurih dan pedes. Mumpung suasana lagi mendukung, ngintip mas Angga ternyata masih bobok, peralatan dan bahan-bahan telah tersedia, maka dengan segera mama berperang di dapur. Pembuatannya gak memakan waktu lama kok. Yang lama adalah nyubitin si kulit yang udah diisi rogout (soale cetakannya nggak tau ketlisut dimana).

Pastel
By: Fatmah Bahalwan

Bahan :
Tepung terigu untuk taburan
2 butir telur rebus, kupas, iris jadi 20

Isi :
3 sdm marganin, untuk menumis
4 siung bawang putih
10 butir bawang merah
150 gr daging ayam giling
75 gr wortel, potong dadu 1/2 cm
75 gr buncis, iris 1/2 cm
1 sdt garam
1 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
100 cc susu cair
2 batang daun bawang, iris halus
3 batang seledri, iris halus

Kulit :
1 butir telur
1 sdt garam
250 gr tepung terigu
50 gr margarin leleh
75 cc air
minyak untuk menggoreng

Cara Membuat :
  1. Isi : Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum, masukkan daging ayam. Setelah berubah warna, masukkan wortel, buncis, garam, merica, gula. Tuangi susu, masak hingga matang. Masukkan daun bawang dan seledri. Aduk, angkat.
  2. Kulit : Kocok telur dan garam. Campurkan ke dalam terigu. Aduk sambil tuangi margarin leleh dan air. Uleni adonan hingga lembut dan dapat dibentuk.
  3. Gilas adonan hingga setebal lk 1/4 cm di atas meja bertabur tepung terigu.
  4. Cetak bentuk bundar bergaris tengah 10 cm.
  5. Ambil selembar adonan, beri 1 sdt adonan isi dan seiris telur rebus. Lipat jadi dua membentuk setengah lingkaran. Cubit-cubit keliling sisinya sampai tertutup rapat.
  6. Panaskan minyak goreng dengan api kecil. Masukkan pastel, goreng hingga kuning kecoklatan. Angkat, hidangkan hangat


20 Juni 2008

Timus...Pilus...gak tau dehh..


Ada yang kasih nama Timus, ada yang Pilus, gak tau deh yang bener yang mana. Yang jelas, ini salah satu gorengan favoritku. Rasa ketela yang kenyil-kenyil membuat lidah pengen terus bergoyang, hehe...Kalo di keluargaku sih nyebutnya tetep timus, perpaduan dari ketela, gula, telur dan tepung tapioka. Buatnya cukup mudah, sedikit memakan waktu sih, tapi gak banyak kok. Soalnya kan nunggu ketelanya dikukus dulu, trus dilumatin (dilembutkan), dicampur dengan bahan yang lain tadi sampek kalis. Setelah itu dibentuk bulat-bulat ato sesuai selera, trus digoreng sampek kekuningan, siap disantap. Dalam sekejap timus ludes tak bersisa. Lha gimana nggak, wong mama aja langsung habis tiga hehehe...


12 Mei 2008

Tahu Telur Puyuh

Hari minggu, nggak kemana-mana, di rumah aja. Dari pada gak ngapa-ngapain, buat snack yang sekaligus bisa buat lauk. Terpilihlah Tahu Telur Puyuh, bisa digado aja atau dima'em pake nasi.

Buatnya gampang, bahannya mudah didapat dan dijangkau. Mumpung mas Angga lagi gelut sama Papa, ya Mama mengekspresikan diri aja di dapur. Dibantu sama mbah Mus yang lagi pengen berkreasi juga. Hehehe...



Tahu Telur Puyuh

Bahan:

4 kotak tahu ukuran sedang, haluskan
10 butir telur puyuh rebus
100 gr daging kornet
3 siung bawang putih, cincang
1 sdt merica
1 butir telur
1/2 sdm maizena
100 gr tepung panir

Cara:

1. Campur tahu, daging, bawang putih, merica, garam, dan telur sampai rata. Tambahkan maizena aduk lagi.
2. Siapkan cetakkan kue mangkuk, masukkan adonan, isi dengan telur puyuh, kemudian kukus
± 20 menit. Angkat.
3. Keluarkan dari cetakan kue mangkuk, masukkan kedalam kuning telur, balur dengan tepung panir, goreng hingga kuning kecoklatan. Siap disantap (boleh pake cabe, oke juga pake sambel botolan)