Tampilkan postingan dengan label kukusan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kukusan. Tampilkan semua postingan

03 Juli 2009

Brownies Kukus Pisang

Maksud hati ingin memanjakan lidah denga kudapan yang beraroma mocca, dan yang terpikir paling gampang buatnya ya brownies. Tapi niat itu terpaksa diurungkan, setelah kasihan melihat pisang di meja yang udah gak ada yang mau menyentuh lagi. Dari pada harus dibuang sia-sia, lebih baik segera disulap biar kemakan juga tuh pisang. Soale paling sedih nih kalo harus membuang makanan. *merasa bersalah*

Akhirnya dengan segera merubah halauan, dari aroma mocca menjadi banana, hehe.


Browneis Kukus Pisang
Sumber: Sedap Pemula eds. 48?IX/2009

Bahan:
3 butir telur
50 gr gula pasir
1/4 sdt garam
1/2 sdt emulsifer
90 gr tepung protein sedang
1/2 sdt bumbu spekuk (gak pake)
60 gr dark cooking coklat, potong-potong, lelehkan (saya 75 gr)
150 gr pisang ambon, haluskan
40 ml minyak goreng
1/2 sdt coklat pasta (gak pake)

Cara:
1. Kocok telur, gula pasir, garam dan emulsifer sampai mengembang.
2. Masukkan tepung terigu sambil diayak dan diaduk rata
3. Masukkan coklat leleh, pisang ambon dan minyak goreng. Aduk rata.
4. Tuang adonan ke dalam loyang ukuran 24x12x4 cm yang dioles margarin dan dialasi kertas roti.
5. Kukus 25 menit dengan api sedang sampai matang.

*masih mencari waktu lagi untuk melampiaskan penasaran dengan aroma mocca, hehehe*

16 April 2009

Botok Tahu Tempe

Sumpek juga, karena selalu bingung berpikir masak apa setiap harinya. Kadang malah muncul ide yang tidak terduga. Seperti tadi pagi, yang diutamakan adalah masakan buat mas Angga, setelah itu bingung masak apa buat penghuni dewasanya.

Daun pisang si tukang sayur memberi ide secara mendadak untuk membuat botok. Ya, botok, masakan yang jarang sekali ada di rumah. Dimakan dengan nasi anget pasti begitu nikmatnya.



Botok Tahu Tempe
by: veronica

Bahan:
1 kotak tahu ukuran sedang (potong kotak-kotak)
1 kotak tempe
(potong kotak-kotak)
1/2 batok kelapa (parut)
2 sdm petai cina

4 buah cabe hijau (iris serong)
1 ikat kemangi (ambil daunnya)
Daun pisang untuk membungkus (cuci/bersihkan)

Bumbu halus:
3 siung bawang merah
3 siung bawang putih
3 buah cabe merah besar
5 buah cabe rawit
(sesuai selera)
sedikit kencur, lengkuas, daun jeruk purut
gula dan garam secukupnya

Cara membuat:

1. Rebus tahu dan tempe sebentar, tiriskan
2. Campur bumbu halus, tahu, tempe dan semua bahan lain, aduk rata.
3. Ambil selembar daun pisang, masukkan 2 sendok isi botok tadi, bungkus dan sematkan lidi.
4. Kukus kurang lebih 30 menit hingga matang.

08 September 2008

Proyek Minggu Ceria

Hari Minggu kemaren nggak ada jadwal kemana-mana (biasanya ada aja), secara papa harus terbang ke Medan (tugas kantor memang tidak mengenal hari libur). Papa brangkatnya Minggu jam 9 pagi, packingnya udah dari Sabtu malem. Setelah melakukan persiapan, pamitan plus cipika cipiki, akhirnya papa meluncur ke bandara, diiringi lambaian tangan mama dan mas Angga (wallahh, berlebihan, biasanya juga sering ditinggal kok). Abis papa berangkat, mama bebas merdeka, eh salah hehe, maksude bebas bermain sama mas Angga. Tambah lucu aja anakku ini, tambah pinter juga, soale sudah sukses membuat mama kewalahan dan kecapekan mengikuti dia bolak-balik dari ruang tamu sampek dapur dengan mbrangkang (merangkak.red). Dianya sih asik-asik aja, lha mama yang gempor. Giliran dia yang capek, mama juga yang harus ngladenin (ya iya lahh), mesti nggendong, ambil minumnya, trus abis minum harus ganti celananya, soale yang atas diisi eh yang bawah bocor alias ngompol. Tapi sangat menyenangkan sekali menghabiskan waktu bersamanya. Setelah mas Angga ka'o (bobok), giliran mama yang memanjakan diri. Bukan dengan luluran ato creambath sih, tapi perang sama peralatan dapur (sudah dinanti-nanti nih).

Pengennya buat yang nggak ribet-ribet sih
(alasan: kekurangan bahan, hehe). Buka di kulkas masih ada jagung manis pipilan, ide yang langsung muncul adalah bakwan jagung (ide yang nggak mutu nggak sih). Lumayan buat camil-camilan (bukannya buat lauk ya). Sreng...srengg..goreng..goreng...mateng deh.



Abis acara menggoreng selesai, baru inget kalo tadi pagi ngrendem kacang ijo. Sebelumnya ngintip mas Angga dulu di kamar, ternyata masih pulas, langsung deh dilanjut buat bubur kacang ijonya. Diicipin, mmm..enakk. Tapi mama senengnya kalo dikasih es ato dimasukkin kulkas, segerr gitu rasanya. Jadi minumnya nunggu agak lama dulu biar dingin.


Setelah semua beres, masukkin semangkok kacang ijo ke kulkas, eh kok ada bungkusan siomay nyempil di pojokkan
(jangan kuatir, siomaynya beli jadi kok). Tanpa pikir panjang, kembali lagi ke paraduan (dapur.red), ambil kukusan, masukin tuh siomay, tunggu deh sampai mateng. Pas si somay mateng, pas pula mas Angga bangun. Padahal proyek mama belum selesai nih (mengabadikan karya yang tidak seberapa ini, hehe). Tapi nggak papa deh, diladenin dulu si mas ini, kalo udah kan bisa diambil alih sama mbah Mus sang asisten. Abis itu baru deh mama jepret-jeprett.


Akhirnya terlampiaskan sudah hasrat perdapuran. Proyek Minggu Ceria sudah terlaksana dengan sukses. Tinggal menyaksikan segala jerih payah itu satu per satu dinikmati semua keluarga dan mama kembali bermain dengan mas Angga.