Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan

18 Mei 2010

Latbar FM Mei'10: Menghias Cupcake dengan Fondant

Seperti biasa, setiap bulan FM (FoodMonster) community selalu mengadakan latbar (latihan bareng) dengan tema-tema menarik. Sabtu, 15/5 kemarin, bertempat di rumah mbak Raras, kita mengadakan latbar menghias cupake dengan fondant. Hampir saja aku harus tuker jadwal piket kantor karena sempat terjadi perubahan jadwal latbar. Tapi syukurlah semuanya bisa sukses terlaksana tanpa merubah apa pun. Dan beruntung sekali aku bisa ikut latbar kali ini, karena pesertanya hanya dibatasi 15 orang dan yang pengen ikut banyak.



Jujur saja, ini pertama kalinya aku belajar menghias dengan fondant. Tidak semudah ataupun sesulit yang aku bayangkan. Yang dibutuhkan adalah kesabaran dan ketelatenan. kalo hanya untuk mencetak atau membuat motif sih aku seneng banget. Tapi kalo harus buat figurin, waduh, darah rendahku mendadak jadi tinggi deh kayaknya. Hehehe. Apalagi sense of decor-ku (bahasane opo ae) nggak bagus blas. Ya intinya aku merasa kurang talented lah kalo disuruh decorating. Tapi nggak putus asa untuk terus belajar kok. Apalagi bu gurunya sabar banget. Hehe..


Figurin cewek ini dibuat waktu pas semangat-semangatnya. Jadi hasilnya not bad lah buat pemula kayak aku ini (menurutku lho). Senengnya bisa mengkreasikan warna baju, rambut, pita ataupun hiasan yang lainnya.



Kalo figurin yang cowok ini, udah deh, mati gaya rasanya. Bingung mau dimodel kayak gimana. Udah mulai stress nih, karena gak nemu ide. Akhirnya ya udah, dibuat gundul aja wis, dengan tampilan seadanya. Hehe.



Nah, kalo hanya mencetak model bunga-bungaan gini paling seneng deh aku. Gak ribet soale, dan pasti tampilannya bagus. Kan udah ada cetakkanya (seneng yang instan). Hehe

Seneng deh bisa ngumpul bareng para mons dan latihan bareng gini ini, sampek nggak terasa udah sore. Sayang, waktu sesi foto bareng aku nggak nitip kamera. Sudah nggak konsen, sudah capek mikirin fondant, hehehe.

Sampek di rumah, mas Angga langsung menyambutku dengan antusias. 'Bawa apa itu ma?' pertanyaan khas anak kecil kalo ibunya pulang. 'Kue buat mas Angga', jawabku. Habis itu dia langsung buka tuh cupcake yang udah dihias, dan dengan ekspresi kaget dia lalu bilang: 'Ma, yang ini mama ya (sambil nunjuk figurin cewek), trus yang ini mas Angga ya ma (nunjuk figurin cowok)'. Hehehe, anakku ini makin nggemesin aja.



Tengkyu buat para Mods, Mons dan terlebih buat mbak Raras yang dengan senang hati berbagi ilmu dengan kita. See u on the next latbar girls!!

02 Mei 2010

Orange Bluberry Cake

Saya sangat punya keinginan besaruntuk bisa mendekor dengan bagus dan rapi. Tapi saya sadar kalo sense of decorating saya tidak bagus. Tapi masih bersemangat untuk belajar lho. Soalnya sedih banget kalo mau mengabadikan kue, tapi gak ada polesannya sama sekali. Kuenya jadi kurang cantik dan menarik.

Dengan dekorasi seadanya, saya mempercantik orange cake yang saya buat. Karena hanya punya stok bluberry paleta dan buah jeruk, jadilah cake ini saya siram dengan bluberry dan diberi sedikit hiasan jeruk di atasnya.



Masih minim banget. Hanya untuk memuaskan hasrat mendekor. Hehehe. Tapi gak papa, harus terus belajar lagi.



Eh, tapi sudah ada yang nggak sabar buat memotong kuenya lho. Itu si Mas Angga sudah duduk manis disamping kue, nunggu mamanya selesai motret. Hehe..

17 April 2010

HUT ke-3 FM / FoodMonster

FM a.k.a FoodMonster, adalah milis kuliner yang saya ikuti setahun belakangan ini. Meskipun namanya monster, tapi jangan dibayangkan seperti kumpulan makhluk yang menyeramkan. Justru semua anggota komunitas ini sangat guyup dan rukun. 'A Community for The Power of Sharing' menjadi motto yang membuat anggotanya seperti keluarga sendiri. Keakraban dan kekeluargaan selalu muncul disaat kami semua berkumpul.

Setiap bulannya, FM selalu mengadakan LatBar (Latihan Bareng) dengan tema beragam. Sayang sekali kadang saya harus rela untuk tidak bisa mengikuti secara rutin setiap bulannya, karena satu dan lain hal. Kebetulan sekali latbar untuk bulan ini bersamaan dengan perayaan HUT ke 3 FM, yang diadakan tanggal 11 April 2010 kemaren, bertempat di Arvian. Dan jauh-jauh hari saya sudah mengosongkan jadwal di tanggal tersebut supaya bisa ikutan. Latbar spesial ini bertema Chocolate Decorating dengan menggandeng chef Giat Setyawan dari Tulip Chocolate. Woww, so special.


Para moderator yang baik hati dan tidak sombong. Hehe..

Seperti biasa di setiap latbar, semua peserta wajib membawa potluck buat konsumsi acara. Kali ini saya kebagian bawa masakan. Sempat bingung juga harus membuat apa karena mayoritas sudah membawa lauk. Nah, biar sehat akhirnya saya memilih bawa sayur urap-urap dilengkapi dengan rempeyek (peyek).



Sang chef mulai mendemokan kebolehannya membuat cake. Senang deh ngelihatnya, secara saya memang nggak jago buat cake. Dekorasinya juga bagus banget. Dan kalo soal rasa, wah bener-bener membelai lidah. Asli uenakk. Ini nih hasil karyanya..





Berharap suatu saat bisa membuat cake yang enak dengan dekorasi yang bagus juga.

13 April 2010

Mancing Yukk...!!

Lama tidak update blog, kesibukan dan rutinitas yang tidak bisa disela membuat halaman ini nggak berubah. Sampai bosen juga lihatnya. :)
Aktifitas yang padat ini juga membuat jenuh pikiran dan hati deh. Sampai tidak terasa, sudah lama sekali tidak melakuka kegiatan outing. Mumpung ada kesempatan, jadi digunakan sebaik mungkin untuk refreshing.

Mancing, menjadi pilihan refreshing saat ini. Meski saya nggak begitu suka dengan kegiatan ini, tetapi demi mendukung papa dan mas Angga ya saya manut aja. Ada tambak milik teman papa Sans-nya mas Angga (kakak ipar papa), yang kita kunjungi saat itu. Meskipun tempatnya rame dan hawa yang panas, kita cukup menikmati acara mancing ini.



Cuman sayang, setelah sekian lama menunggu, kita nggak beruntung untuk dapet ikan yang besar. Yang ada malah ikan yang kecil, yang masih tergolong anakan. hehe..Karena kasihan dan pasti nggak ada dagingnya, akhirnya dilepaslah tuh ikan kecil-kecil.



Tapi jangan kuatir, karena kita pulang tetap membawa ikan untuk oleh-oleh di rumah. Hanya saja itu ikan hasil tangkaran yang punya tambak, hehe.

16 Juni 2009

Latbar FM June'09: Food Photography with Mae

Tertarik dengan laporan salah seorang teman tentang acara seru yang diadakan sebuah milis, akhirnya aku pun tergiur untuk bergabung. FoodMonster, milis pecinta kuliner yang menurut saya memang heboh dan seru.

Nah, setiap bulan milis ini mengadakan latihan bersama (Latbar) dengan tema yang berbeda. Bulan Juni ini terpilihlah tema Food Photography dengan instruktur mbak Mae. Wah, wajib dateng nih, makanya semua jadwal di hari Sabtu kemaren dikosongkan biar bisa ikut latbar kali ini.

Latbar ini merupakan latbar pertama buatku, tapi tidak terasa asing karena para Monster (begitu sebutan buat kami) sangat hangat dan akrab. Yang unik, masing-masing peserta wajib membawa potluck yang sudah ditentukan sebelumnya. Dan beruntungnya aku, karena kebagian bawa desert/minuman segar. Soale pasti stress duluan kalo disuruh bawa masakan, hehehe. 'Acara dimulai jam 12 tet ya'. Begitu bunyi pengumuman di milis. Ternyata oh ternyata tetep aja molor deh, dan aku jadi peserta pertama yang mengisi rumah mbak Mae siang itu.

Setelah semua berkumpul, dimulailah bimbingan dari sang mentor. Diawali dengan pengenalan Basic Photography, terdiri dari teori dasar fotografi dan komposisi. Dari situ dibagi lagi beberapa teori mendasar yang digunakan untuk menghasilkan foto yang baik dan berkualitas. Kemudian diajarkan Digital Photography, disini kita diajak untuk mengenal fungsi pada kamera masing-masing. Kita jadi tahu nih simbol-simbol yang punya arti penting di kamera kita. Berikutnya adalah bagian yang paling dinanti, yaitu Food Photography. Ternyata banyak yang mesti diperhatikan dan dipersiapkan lho untuk menghasilkan foto makanan yang menarik itu. Tidak hanya bahan utama (makanan) saja yang mesti ditata rapi, tapi penyajian yang menarik dengan menambahkan ornamen atau pemanis lain (bunga, buah, dll) akan semakin mempercantik hasil jepretan kita.




Ini beberapa hasil fotoku yang aku anggap layak tayang, hehehe. Meskipun banyak kekurangan, tapi berharap masih ada yang bilang kalo ini bagus (ngarep, hehehe). Masih dalam taraf belajar dan harus banyak latihan, jadi ya harap maklum ya.




So many thank's to mb. Mae for sharing.
Next time mungkin diadakan yang Part 2, soale kemaren kurang puass dan terhalang oleh waktu, hehehe.

16 Maret 2009

Demo Masak KGF'09


Setelah minggu yang lalu tidak ada kegiatan sama sekali karena mas Angga sakit, hari Minggu kemaren kita mencari kegiatan di luar rumah. Ceritanya pengen refreshing untuk mengembalikan semangat dan menghapus rasa bosan nih.

Memang sudah direncana kalo mama pengen ke acara pameran buku di Kompas Gramedia Fair (KGF)'09. Karena tidak memungkinkan untuk datang di hari kerja, maka hari Minggu-lah yang dipilih. Dan memang disengaja juga mas Angga dititipkan di rumah Uti (soale kasian dan pasti bosen nungguin mama dan papanya milih-milih buku). Kebetulan sekali waktu kita tiba di sana, ada demo masak di panggung. Nimbrunglah mama disana. Menu yang dipraktekkan sih termasuk menu yang sangat mudah dibuat.

Ibu Nursaadah sebagai pendemo sekaligus penulis buku resep 'Sajian Favorit ala Warung Tenda', dan 'Snack Goreng Populer', mempraktekkan 3 macam menu. Yang pertama adalah Pisang Panggang Mentega. Sambil merem aja, juga bisa deh buatnya (guammpaang puoll). Lha wong cuman pisang yang dioles mentega trus dipanggang diatas telflon, kalo udah mateng dikasih keju parut ato coklat serut doang. Resep yang kedua Siomay Goreng Isi Telur. Kulit pangsit yang diisi sama adonan kakap fillet, ayam fillet, udang kupas, ditambah telur puyuh ditengahnya trus diiket dan digoreng deh (so simple). Yang terakhir adalah minuman Blue Ice. Terbuat dari campuran minuman bersoda warma biru dan susu cair, ditambah dengan nata de coco dan buah leci kalengan, jangan lupa idtambah es batu (emang seger sih).

But, I think it's very easy for me. Kurang ada tantangannya. Tapi ya mau gimana lagi, memang demonya cuman itu aja. Ya Gak papa lah, yang pasti tetep dapat ilmu baru dan bisa m'borong buku dan VCD anak buat mas Angga (discount bouw...hehe).

02 Maret 2009

KMK Reunion

Bertemu teman-teman lama alias reuni pasti menyenangkan. Mengenang masa-masa kebersama an waktu dulu. Temen KMK papa (lebih tepatnya papa sendiri) ngajakin kumpul-kumpul di rumah, dan mereka pun dengan senang hati menyambutnya. Jadilah kita harus mengosongkan jadwal di hari Minggu, dan menyiapkan acara itu.

Tidak perlu suguhan istimewa, karena lebih penting obrolan dan
gojlokan (godaan) buat mereka. Ya sutrah, tidak keburu untuk menyiapkan masakan deh. Cuman bingung aja, mau kasih cemilan apa ya? pengennya sih homade dan gak perlu beli jajan kiloan itu. Request dari yang punya acara sih kue kering aja, kaastengels favorite papa. Siip, pasti dibuatin.


Kalo kaastengels sendirian sih kasihan juga kayaknya. Maka ditemanilah sama almond cookies.


Sempet nggak yakin sama hasil cookiesnya, jadi pasrah aja deh kalo gagal dan gak kemakan
(soalnya baru pertama kali nyobain resepnya) . Tapi setelah dicoba sama sang QC, kayaknya lulus deh, 'enak kok ma, sungguh'. Jawaban yang melegakan, jadi nggak merasa bersalah buat cookies ini.

Seperti janjinya tadi kalo tidak memerlukan hidangan istimewa dan tidak perlu masakan dengan ilmu tinggi, dibuatlah selera nusantara alias
'penyetan', pasti masih bisa diterima sama semua lidah. Kita menyediakan sambel dengan pilihan lauk tahu, tempe, lele dan bandeng lengkap dengan lalapannya.


Kalo menurut kita sih sambelnya kurang pedes, cuman kan harus menyesuaikan dengan yang nggak menganut selera kita. Dari pada nanti kepedesan trus nggak kemakan, hayo.
Pertemuan yang berkesan dan menyenangkan, tapi sayang lupa diabadikan karena terhanyut dalam suasana
guyonan. Satu lagi, ada obrolan yang masih kuingat:

Papa:
'sering-sering ngumpul yo rek. Gak popo wis nang kene dadi base camp e' (sering-sering ngumpul ya teman. Nggak papa, di sini jadi base camp nya)

Teman:
'yo awakmu gak popo, lha bojomu...' (ya kamu nggak papa, lah istrimu)
Disambut tawa riuh yang menggema. Dan mama kemana waktu itu?
(lagi mbatin, wahh harus ngeladenin orang-orang ini setiap saat mereka ngumpul nih. Lha rumah mau dijadikan base camp. *berpikir*).


24 Februari 2009

Baptism of My Son



Senang sekali rasanya, karena sudah lama dinanti akhirnya kewajiban untuk membaptis mas Angga terlaksana di hari Minggu kemaren. Sempat molor sampai umur 14 bulan
(dari rencana 6 bulan), dikarenakan situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan. Persiapannya juga serba cepat dan nggak seperti yang aku bayangkan (harus ribet, dll).

Setelah perlengkapan administrasi selesai, buru-buru deh diurusin pendaftarannya
(no excuse anymore if it's late), udah telat lama soalnya. Untuk persiapan baju (harus putih soale), mama sudah serahkan pada Uti. Dengan komando 'yang penting dominan warna putih', Uti, Akung dan papa Eka berburu di toko baju anak (lha mama nggak sempet se).

Bersyukur sekali karena acaranya lancar dan mas Angga juga nggak rewel. Hanya kegerahan saja, karena udara yang tidak mendukung
(sumuk). Begitu selesai acara di gereja, gerimis kecil menanti di halaman parkir. Segera deh meluncur ke rumah (yang jaraknya nggak begitu jauh), karena harus menyiapkan acara makan bersama.

Berhubung waktu yang terus memburu, dan tidak ada kesempatan sama sekali untuk memasak
(tepatnya nggak bisa masak), maka jalan pintaslah yang wajib dipilih. Sebelum berangkat ke gereja, mama sudah order aneka macam sate buat makan malam kali ini. Awalnya sih mau makan di resto, tapi kok bawaannya pengen di rumah aja, lebih santai, jadi ya order aja biar praktis.

piringnya nggak s'ragam bu..

Ada sate kambing yang dipadu dengan gulenya, sate ayam, dan sate babi. Tidak ketinggalan bakmie goreng kesukaan para kru kecil
(krucils). Tidak ada menu khusus lainnya, karena memang tanpa persiapan. Fotonya aja ala kadarnya, keburu dilahap sama para penduduk sih. Penyajiannya juga keroyokan, 'sak nemue piring, wong di rumah aja kok'. Yang penting semua senang dan kenyang.

Memang kewajiban untuk membaptis mas Angga udah selesai, tapi tidak berhenti sampai di sini saja. Masih banyak kewajiban penting lain untuk membimbing sang pangeranku ini hingga dewasa nanti.
Thanks God for your blessing.


17 Februari 2009

B'day Party Awak Artindo

Ditraktir, wah sapa juga yang nggak mau, pasti pada angkat jari semua deh. Ato nggak usah nunggu angkat jari, langsung nyelinap ngikut rombongan aja hehehe. Sudah wajib hukumnya bagi yang berulang tahun harus mentraktir yang lainnya. Hal ini terjadi di kantor papa, dimana setiap penduduknya pasti kena jatah mbayari makan teman-temannya.

Karena papa menjadi salah satu bagian dari komunitas itu, maka korban kali ini adalah beliau. Tapi beruntung buat papa, karena pesta rakyat kali ini adalah pesta borongan
(yang traktir rapelan dari bulan-bulan sebelumnya). Lumayanlah bisa menghemat sedikit isi kantong. Mama menjadi tamu kehormatan saat itu (biasanya gak pernah ikut blas).



Acara dihelat di Resto Tokyo, yang jaraknya nggak terlalu jauh dari kantor karena memang mengambil jam makan siang. Berbagai chinese food dan sea food tersedia di sini. Waktu kita nyampek di sana, semua sudah pada siap di posisi masing-masing, dan makanan sudah tersaji di meja. Tanpa menunggu sempritan wasit dan aba-aba tembakan, dan karena sudah tidak ada lagi yang harus dinanti ya sudah dimulailah perang sendok, garpu, sumpit, piring, mangkok, dan semua peralatan makan lain.


OK Boss

nyam..nyamm..

Makan siang kala itu begitu ramai, dan yang pasti ludes tak bersisa
(sisanya minta dibungkus euy). Begitu mengesankan karena 'menteri keuangan' papa ikut dateng *kedip-kedip*, begitu meringankan karena mbayare dibagi 8 orang hehehe. Usul terbaru: gimana kalo makan-makannya dibuat setahun sekali aja, biar meringankan penduduk dan bahkan mungkin bisa surplus hehehe...*kabur..*


10 Februari 2009

Flash Breakfast

Kata orang, jangan pernah melewatkan sarapan pagi untuk mengawali aktivitas kita sehari, dan mama berusaha untuk menepatinya. Meskipun di kamus pribadi tidak diwajibkan untuk ada kegiatan itu (menganut aliran laper di jam sepuluh). Tapi apa daya kalau musik keroncong sudah berkumandang di perut, mama kalah juga deh.

Jangan dibayangkan sarapan pagi dengan hidangan yang fresh
(mana sempet..), paling-paling telor ceplok/dadar yang jadi andalan, dan itu pun selalu requestnya papa. Kalo mama sih keburu telat kalo mesti pake acara begitu. Panggilan si ciprut kayaknya lebih urgent dari pada panggilan perut. Akhirnya ya yang ada aja dibawa kabur sarapan di perjalanan, kalo ada roti ya roti, adanya pisang ya pisang, tersedianya cookies ya ambil segenggam (bukan setoples lho ya), dst deh. Yang ada kali ini roti tawar (beruntung nih), langsung comot 2 lembar, olesin bluberi (juga beruntung), maraton ke mobil, tancap gas, let's go... Di tengah jalan baru deh komat-kamit menikmati flash breakfast.



Katanya buru-buru, kok masih sempet njepret hehehe


05 Januari 2009

Kembali ke Rumah


Beres-beres dan bebenah lagi dehh.

Berkat usaha dan kerja keras, diiringi doa dan rasa syukur, akhirnya kita bisa menempati kembali rumah yang dulu kita tinggalkan. Setelah beberapa bulan kita mengungsi akibat gusuran renovasi, sekarang waktunya menata ulang rumah kembali. Ini bagian yang melelahkan nih. Waktu ringkes-ringkesnya sih enak, giliran bersih-bersih dan mengatur ulang, wah pekerjaan berat ini. Jadi selama liburan akhir tahun kemarin, bukannya bersenang-senang tapi malah bersih-bersih rumah baru plus memboyong kembali semua perabot dari tempat pengungsian.

Sekarang ruang bermain mas Angga jadi lebih besar, daerah jajahannya juga semakin luas. Ditambah lagi, mas Angga kan sudah bisa jalan, jadi semakin capek pulalah kita yang mesti ngikutin dia. Soale masih perlu pengawasan ekstra sih.

Dapur mama juga baru nih. Jadi harus mengumpulkan semangat terus, biar resep-resepnya teruji. (Teruji lulus lho ya, bukannya bantet). Semoga saja, rumah impian kita ini selalu menjadi tempat tinggal yang nyaman dan membuat kita yang menempatinya dipenuhi dengan suka cita.


09 Desember 2008

Erlangga's 1st B'day

Happy b'day to you...
Happy b'day to you...
Happy b'day...happy b'day...
Happy b'day Mas Angga...


Lagu itu menggema disaat perayaan ulang tahun mas Angga yang ke 1. Yaa, tanggal 7 Desember kemaren mas Angga genap 1 tahun. Sudah mulai blajar jalan, blajar ngomong, dan sudah pinter ngerjain orang. Nggak ada perayaan yang besar, hanya syukuran dan kumpul keluarga aja. Mama juga gak sempet buat apa-apa, cuman cupcakes standard aja yang disusun jadi kue ulang tahunnya.


Dan untuk sang jagoan, mama sama papa siapin hadiah spesial buat mas Angga. Hadiah yang kalo diliat-liat wajahnya kok ya agak mirip sama yang punya, hehehe.


Selamat ulang tahun ya Nak. Semoga panjang umur, sehat selalu, jadi anak yang pinter, cerdas dan berbakti. Tuhan memberkati. Amin. Sun sayang dari mama & papa, mmuuahh...


30 Oktober 2008

Pak Sultan..eh..Sri Sultan

Merupakan sesuatu yang jarang buatku bertemu dengan tokoh politik, orang penting dan terkenal atau pun artis. Tapi beruntunglah aku menjadi pekerja di media yang pastinya bisa memudahkan aku untuk bertatap muka dengan mereka. Seperti beberapa waktu lalu aku bisa berpose dengan beliau ini. Kali ini ada lagi nih yang singgah ke kantor. Sri Sultan Hamengku Buwono X bertandang hari Kamis kemarin. Sempet bingung juga manggilnya mesti gimana, Pak Sultan atau Raja Sultan atau Sri Sultan.

Menurutku penampilannya sederhana, hanya saja punya kharisma tersendiri. Sempet bikin gempar orang sekantor sih, soalnya pada pengen salaman plus foto bareng. Tepat jam 2 siang Sang Raja datang bersama rombongan. Setelah ada sedikit penyambutan, dilanjutkan dengan acara diskusi. Temanya sih gak jauh-jauh dari dunia politik. Berhubung di sini hanya tempat diskusi kuliner dan sharing cerita, jadi diskusi politiknya tidak perlu diekspose yaa.

pada rebutan mau salaman

Gaya bicara Sultan santai banget, sederhana dan n'jawani (ya iyalahh...wong rojone wong jowo).


Karena aku konsentrasinya hanya ke Sultan aja, sampek gak ngira kalauada pencipta sekaligus penyanyi lagu balada Franku Sahilatua. Ya, Bung Franky ini ternyata ikut dalam rombongan Sri Sultan. Kalau bertatap langsung sempet 'manglingi' (aduh bahasa apalagi sih ini, ehmm itu lho agak berbeda), tapi kalau udah difoto gini siapa sih yang nggak tau penyanyi ini.


Franky Sahilatua


Franky & Jane (ihh..nggak banget)

Setelah 2 jam pas, Sultan dan rombongan pamit, karena ada acara lain. Dan aku menanti kapan lagi ada orang terkenal atau tokoh yang mampir.


15 Oktober 2008

Baking Blue

Udah lama nih gak up date. Disamping kesibukan, alasan klasik lainnya adalah lagi 'M' (baca: males). Ada aja halangan yang membuat tangan ini tidak bisa menari di atas keyboard, hanya untuk sekedar ngisi sesuatu yang baru atao up date an apalah. Kesibukan memang selalu menjadi alasan. Tapi ngomong-ngomong lagi sibuk apa sih??

Jangan dipikir sibuk dengan alat perang di dapur ya, tapi lagi sibuk dengan komandan kecilku yang sudah mulai gak bisa diem plus ditinggal sedetik aja. Jangankan ditinggal 'ngudheg' adonan, kita lengah sedikit aja, dia pasti sudah membuat suara mama atau papa bergema di rumah. 'Mass...hayoo...gak boleh' atau 'Mass...jangan, kotor itu' atau lagi 'Mass...kemana, sini aja', dan masih banyak kalimat lain yang mengandung unsur larangan deh.

'Mass...jangan, nanti kecepit lho'


'Ayo sini aja'


Bukannya Mama sama Papa terlalu melarang mas Angga mengeksplorasikan diri, cuman ada hal-hal yang butuh pengawasan lebih extra. Soalnya anak seumur mas Angga hobi banget sih ngincipin benda apa pun ke mulutnya. Nah lho kan harus dengan pengawasan ketat jadinya.

Tapi mungkin terlalu mendramatisir dan menghiperbolakan ya kalau gara-gara mas Angga, Mama jadi gak sempat nengok dapur. Sebenernya sih bukannya gak sempet nengokin si dapur, cuman selalu ada penolakan dengan sendirinya kalo liat mixer, loyang, oven, dkk deh. (Yah..itu sih namanya baking blue ma..) Iya nih, Mama lagi kena serangan baking blue. udah masak atau buat kue gak canggih, masih pake acara baking blue segala. Ya sudah, pelariannya ya ke mas Angga. Liat tingkah polah juragan kecilku ini, semua persoalan bisa terlupakan. Termasuk acara di dapur, yang biasanya mengasyikkan, eh sekarang malah membosankan. Yah, semoga aja gak berlangsung lama. Mama lagi berusaha mengumpulkan semangat perbakingan lagi nih. Soalnya resep-resep baru sudah menunggu, oke.

14 Juli 2008

Koki Amatir

Sabtu kemaren di rumah Uti ketempatan arisan WK. Pesertanya gak banyak, sekitar 20 orang aja. Berhubung kita lagi indekos di sini, jadi ya wajib memenuhi pesenan tuan rumah.

Uti: 'dibuatin yang praktis aja yo Ma'
Mama: 'iya'
Uti: 'kue aja, kayak lemper, pukis, ato donat, trus apa lagi ya...'
Mama: (gubraakk...katanya praktis, kok jadi banyak requestnya)

Mulai berpikir...maksudnya praktis itu buat kue yang caranya gak ribet dan yang penting pasti jadinya, soalnya trauma banget kalo gagal (maklum koki amatir nihh)

Setelah berpikir sejenak, menimbang-nimbang sedikit, akhirnya selesai juga. Ini dia yang terpilih

ada lemper, pukis, bikang dan muffin

Standard banget ya, gak ada yang istimewa. Maklum minim pengalaman, tapi akan terus berusaha.

Eh, pas arisan belum mulai, ada seorang ibu yang nambahin kue hasil karya beliau sendiri. 'Buat icip-icip' katanya. Ya sudah, ditambahin deh kuenya. jepprettt..



Waktu arisan sudah buyar, tidak ada suguhan yang tersisa. Biasalah ibu-ibu pasti inget sama yang di rumah. Tas plastik pun udah disiapkan. Untung tadi kita udah sisihin sebagian. Hehe..

09 Juni 2008

Ngungsi..ngungsi...

Senang ya kalo kita punya impian yang kita pikir nggak bisa terwujud, eh akhirnya kelakon (terlaksana) juga. Critanya papa punya cita-cita pengen membuat benteng pertahanan alias rumah kita ini menjadi lebih "lega". Katanya biar tempat maen mas Angga jadi lebih luas. Memang sih rumah kita bukan tergolong rumah yang segede gaban, cuman kalo dirombak dikit bisa kelihatan lebih besar. Niatan ini sudah melanglang buana di pikiran papa sejak lama, cuman karna terbentur modal jadi ya diurungkan dulu. Nahh, karena hasrat sudha membara, dan dengan mempertimbangkan simpanan dana moneter yang ada, akhirnya kita bertekad juga untuk merombak si rumah.

Langkah pertama, ngrancang desainnya dulu. Digambar-gambar, meskipun gambar amatiran (yang penting tau maksude). Setelah desain selesai, mulai survei-survei, nanya kiri-kanan kira-kira harus siapin dana brapa untuk model yang kita inginkan. Memang untuk urusan yang beginian kita gak boleh keburu-buru, mesti sabar dan tenang, soale kan mesti mikir panjang (mikir desainnya, bahannya, terlebih sih dananya, trus mesti beresin barang, trus diungsikan, ngrepotin tempat yang buat ngungsi, mesti ijin tetangga kiri kanan depan blakang, belom nanti kalo udah selesai smua harus ngatur letak barang lagi, dll deh). Jadi memang mesti dipikir mateng-mateng deh, asal jangan kegosongan aja hehehe.

Dikarenakan kapasitas rumah kita yang nggak memungkinkan untuk ditempai dikala renovasi, jadi terpaksa kita harus ngungsi. Uti dan Akung dengan senang hati menerima kedatangan kita kembali untuk tinggal di rumah blio (ya iya lahh..secara mas Angga cucu pertama, jadi gak ada penolakkan blass...) Kurang lebih 3-4 bulan, kita harus hidup menumpang. Untungnya rumah pengungsian masih satu kota dan gak sebrapa jauh, butuh waktu 15 menit aja, jadi ya kita masih bisa nengokin rumah.

Ya udah deh, mari berkemas-kemas.


Segala peralatan dan perabotan dikeluarkan dari sarangnya, terlebih yang barang elektronik harus segera diselamatkan nih.

Kalo ini senjata mama waktu action di depan kaca rias. Karena barangnya kecil-kecil dan banyak, dimasukkan ke tas aja, toh nanti waktu dikamar baru dikeluarin lagi.


Barang-barang lainnya dimasukkan ke kardus besar. Korden-kordennya dilepasin trus langsung dilaundry aja, biar ringkes. Khusus perbekalan mas Anga, langsung dibawa sak lemarinya aja. Karna percuma kalo mesti dikeluarin dulu, nanti mesti ditata lagi di tempat yang sama.

Rumah jadi kayak kapal pecah aja. Segala berantakan dan keributan dimana-mana. Barang-barangnya gak semua diungsikan di rumah Uti dan Akung, tapi ada yang ke rumah Yangti dan Yangkung (khususnya barang yang besar-besar, secara rumah Yangti lebih terjangkau dari rumah, biar kalo usung-usung lagi gak terlalu jauh). Memang bener-bener repot deh.

Lha karena dapur juga terkena imbas renovasi, jadi sementara pinjem dapur Uti dulu untuk bereksperimen. Jadi enak juga, soale semakin banyak yang bisa diminta ngincipin hasil olahan chef amatir ini.

30 Mei 2008

Selamatkan Indonesia!

Jadi panitia dalam acara besar memang membanggakan, tapi kalo didaulatnya secara dadakan jadi panik juga. Kemarin, kantor tempatku bekerja ngadain acara yang cukup besar karena mengundang tokoh besar juga. Bapak Mohammad Amien Rais bertandang ke kantor dalam rangka bedah buku terbaru karya beliau yang berjudul "Selamatkan Indonesia". Hadir juga sebagai pembicara Bapak Arief Affandi (Wawali Surabaya).



Secara mendadak dangdut namaku dimunculkan sebagai bagian informasi, reservasi dan registrasi acara yang terbuka untuk umum ini (padahal aku sendiri gak paham). Walhasil, kalang kabutlah aku. Selain harus menerima telpon dari banyak orang (sampek tugas rutin terbengkalai karna telp berdering trus), ngurusin konsumsinya juga, trus mensiasati ruangan biar cukup buat orang banyak, dll deh. Tapi untungnya teman seruanganku berbaik hati membantu persiapan acara (trimakasih ya mb. Zera).

Konsumsi kuenya pesen di catering langganan. Selain gak sempet, belum pede juga buat kue untuk pesenan 200 kotak hehehe..

Setelah acara selesai, orang-orang pada berebut minta tanda tangan Pak Amien. Aku sih gak ikutan, tapi menunggu saat yang tepat aja (karena masih repot ngurusin makan siang, dll). (Makan siang udah disiapin sama panitia, menunya sate ayam + kambing sama gule kambing. tapi gak ada fotonya, soale konsentrasi penuh sama undangan VIPnya) Lha disaat Pak Amien nggak sibuk (Pak Amien gak ikut makan karna puasa) dengan langkah yang agak ragu, aku minta ijin untuk foto bareng, dan belionya bersedia. Wuiihh senengnya, jarang nih bisa ketemu apalagi foto bareng sama orang setenar Pak Amien.




Abis foto bareng, giliran minta tanda tangan di buku karyanya. Yang satu ini butuh perjuangan lho. Soalnya waktu kutinggal ambil buku sebentar, eh belionya udah pamitan (jadwalnya padet banget sih..) Jadilah kejar-kejaran sama Pak Amien, sempet keder juga takut kalo Pak Amiennya nggak mau. Tapi syukurlah, perjuangan itu akhirnya berhasil. Sebelum masuk mobil kita sempet salaman lagi.




Trimakasih ya Pak Amien.