Tampilkan postingan dengan label masakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masakan. Tampilkan semua postingan

04 Mei 2010

Semur Kembang Tahu

Kembang tahu memang memiliki rasa dan tekstur tersendiri. Biasa digunakan sebagai campuran dalam sup atau sebagai kulit pembungkus dim sum, dsb. Bentuknya yang tipis dan kering memudahkan untuk disimpan dan tahan lama.

Kembang tahu ini merupakan makanan favorit suamiku. Masakan yang ada kembang tahunya pasti dia suka. Salah satu masakan yang jadi idolanya adalah semur kembang tahu. Bahan dan cara membuatnya pun mudah dan praktis, sehingga pasti sudah terjadwal di menu bulanan rumah.

Semur ini mungkin berbeda dengan semur kebanyakan. Kalo dilihat, mungkin lebih cocok disebut sup. Tapi apalah arti sebuah nama, yang penting kan rasanya, hehehe.



Semur Kembang Tahu
By: Veronica

Bahan:
250 gr daging sapi
1 bks kembang tahu, rendam dalam air
1,5 lt air
1 sdm kecap manis
7 buah cabai rawit utuh (bisa ditambah jika ingin pedas)
1 sdt merica bubuk
1 sdt bubuk kaldu
garam, gula

Bumbu halus:
3 siung bawang putih
3 buah cabai rawit

minyak untuk menumis

Cara:
1. Rebus daging dalam air hingga sedikit lunak. Potong kotak-kotak lalu masukkan kembali dalam sir rebusan tadi (kaldu). Tambahkan cabe rawit utuh, rebus lagi dengan api kecil.
2. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan merica bubuk, garam, gula dan kecap manis, angkat. Tuang dalam air kaldu daging, aduk-aduk hingga rata. Masak hingga mendidih dan bumbu meresap.
3. Setelah mendidih dan daging lunak, masukkan kembang tahu, kaldu bubuk, aduk hingga rata. Jika rasanya sudah pas, matikan apinya. Sajikan hangat.

Request suamiku selalu sama, 'dagingnya sedikit aja ma, tapi kembang tahunya yang banyak'.

17 Juni 2009

Sayur Pedas Ikan Panggang

Judulnya mekso yo.


Dapet hibahan ikan panggangan dari Yangti, dan kebetulan ini memang favorit mama sama papa. Bingung mau diolah gimana, kalo disambel aja kayaknya udah bosen deh. Akhirnya dimasak sayur pedes aja biar tambah semangat. Soale kalo makan pasti keringat bercucuran tuh, hehehe.

Berhubung memang kita doyan pedes, jadi takaran cabenya nggak ada aturan. Bagi yang nggak kuat kepedesan, jangan mengikuti versi kita ya, nanti bakal terasa terbakar deh mulutnya hehehe.


Sayur Pedas Ikan Panggang
By: Veronica

Bahan:
3 buah ikan panggangan, goreng setengah matang
4 buah cabe hijau, diiris
2 cm lengkuas, memarkan
2 buah daun jeruk purut dan daun salam
3 buah belimbing wuluh
santan dari seperempat butir kelapa
air secukupnya

Bahan yang dihaluskan:
4 siung bawang merah
2 siung bawang putih
3 biji kemiri
cabe kecil secukupnya (tergantung selera pedesnya)
2 buah cabe merah besar
garam dan gula secukupnya

Cara:
1. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan cabai hijau, lengkuas, daun jeruk dan daun salam, belimbing wuluh, aduk lalu beri air sedikit. Masukkan ikan, didihkan.
2. Setelah mendidih dan bumbu meresap, masukkan santan sedikit demi sedikit. Aduk perlahan, bubuhkan garam dan gula secukupnya, aduk kembali. Didihkan hingga matang. Angkat.

Kalau makan harus ditempat yang dingin dan sejuk, karena masakannya bikin panaass, hehehe.

16 April 2009

Botok Tahu Tempe

Sumpek juga, karena selalu bingung berpikir masak apa setiap harinya. Kadang malah muncul ide yang tidak terduga. Seperti tadi pagi, yang diutamakan adalah masakan buat mas Angga, setelah itu bingung masak apa buat penghuni dewasanya.

Daun pisang si tukang sayur memberi ide secara mendadak untuk membuat botok. Ya, botok, masakan yang jarang sekali ada di rumah. Dimakan dengan nasi anget pasti begitu nikmatnya.



Botok Tahu Tempe
by: veronica

Bahan:
1 kotak tahu ukuran sedang (potong kotak-kotak)
1 kotak tempe
(potong kotak-kotak)
1/2 batok kelapa (parut)
2 sdm petai cina

4 buah cabe hijau (iris serong)
1 ikat kemangi (ambil daunnya)
Daun pisang untuk membungkus (cuci/bersihkan)

Bumbu halus:
3 siung bawang merah
3 siung bawang putih
3 buah cabe merah besar
5 buah cabe rawit
(sesuai selera)
sedikit kencur, lengkuas, daun jeruk purut
gula dan garam secukupnya

Cara membuat:

1. Rebus tahu dan tempe sebentar, tiriskan
2. Campur bumbu halus, tahu, tempe dan semua bahan lain, aduk rata.
3. Ambil selembar daun pisang, masukkan 2 sendok isi botok tadi, bungkus dan sematkan lidi.
4. Kukus kurang lebih 30 menit hingga matang.

28 Maret 2009

Gurami Asam Manis

Hari Sabtu begini mestinya mama libur dan bisa bersantai sama mas Angga. Tapi tetep aja, karena kewajiban kantor yang nggak bisa ditinggal, jadinya harus merelakan mas Angga yang ditinggal di rumah. Pagi ini sebelum ke kantor, diniatin untuk masakin mas Angga dulu. Cukup spesial buat mama, soale sebenarnya mama yang pengen masakan ini dari kemaren-kemaren. Kalo biasanya kita beli jadi, kali ini mama penasaran juga pengen buat sendiri. Dan ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. (makanya kalo masak jangan dibayangkan tapi dilakukan, hehe)
Rata Penuh


Gurami Asam Manis

Bahan:
1 ekor ikan gurami, cuci bersih, lumuri perasan air jeruk nipis
2 siung bawang putih
1/2 sdt ketumbar
1/2 sdt garam
3 sdm tepung bumbu/panir

Bahan saus:
1 butir bawang bombay, iris
2 siung bawang putih, iris
3 siung bawang merah, iris
2 cm jahe, iris
2 buah wortel, potong korek api
1 buah cabe merah besar, iris
2 buah tomat, seduh air panas, peras airnya
1 sdm saus tomat
1 sdt tepung maizena, larutkan dalam 1 sdm air

Cara:
1. Haluskan bawang putih, ketumbar dan garam, beri air sedikit. Lumuri ikan dengan bumbu halus sampai rata, diamkan kurang lebih 30 menit. Balur dengan tepung bumbu/panir, goreng hingga matang kekuningan.
2. Saos: Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum, masukkan bawang bombay, cabe merah dan jahe. Masukkan irisan wortel, lalu tambahkan air perasan tomat (boleh ditambah air), masak hingga mendidih. Masukkan saos tomat dan larutan maizena, tambahkan garam dan gula secukupnya, aduk, angkat.
3. Letakkan gorengan ikan di atas piring, lalu siram dengan saus di atasnya.

02 Maret 2009

KMK Reunion

Bertemu teman-teman lama alias reuni pasti menyenangkan. Mengenang masa-masa kebersama an waktu dulu. Temen KMK papa (lebih tepatnya papa sendiri) ngajakin kumpul-kumpul di rumah, dan mereka pun dengan senang hati menyambutnya. Jadilah kita harus mengosongkan jadwal di hari Minggu, dan menyiapkan acara itu.

Tidak perlu suguhan istimewa, karena lebih penting obrolan dan
gojlokan (godaan) buat mereka. Ya sutrah, tidak keburu untuk menyiapkan masakan deh. Cuman bingung aja, mau kasih cemilan apa ya? pengennya sih homade dan gak perlu beli jajan kiloan itu. Request dari yang punya acara sih kue kering aja, kaastengels favorite papa. Siip, pasti dibuatin.


Kalo kaastengels sendirian sih kasihan juga kayaknya. Maka ditemanilah sama almond cookies.


Sempet nggak yakin sama hasil cookiesnya, jadi pasrah aja deh kalo gagal dan gak kemakan
(soalnya baru pertama kali nyobain resepnya) . Tapi setelah dicoba sama sang QC, kayaknya lulus deh, 'enak kok ma, sungguh'. Jawaban yang melegakan, jadi nggak merasa bersalah buat cookies ini.

Seperti janjinya tadi kalo tidak memerlukan hidangan istimewa dan tidak perlu masakan dengan ilmu tinggi, dibuatlah selera nusantara alias
'penyetan', pasti masih bisa diterima sama semua lidah. Kita menyediakan sambel dengan pilihan lauk tahu, tempe, lele dan bandeng lengkap dengan lalapannya.


Kalo menurut kita sih sambelnya kurang pedes, cuman kan harus menyesuaikan dengan yang nggak menganut selera kita. Dari pada nanti kepedesan trus nggak kemakan, hayo.
Pertemuan yang berkesan dan menyenangkan, tapi sayang lupa diabadikan karena terhanyut dalam suasana
guyonan. Satu lagi, ada obrolan yang masih kuingat:

Papa:
'sering-sering ngumpul yo rek. Gak popo wis nang kene dadi base camp e' (sering-sering ngumpul ya teman. Nggak papa, di sini jadi base camp nya)

Teman:
'yo awakmu gak popo, lha bojomu...' (ya kamu nggak papa, lah istrimu)
Disambut tawa riuh yang menggema. Dan mama kemana waktu itu?
(lagi mbatin, wahh harus ngeladenin orang-orang ini setiap saat mereka ngumpul nih. Lha rumah mau dijadikan base camp. *berpikir*).


24 Februari 2009

Baptism of My Son



Senang sekali rasanya, karena sudah lama dinanti akhirnya kewajiban untuk membaptis mas Angga terlaksana di hari Minggu kemaren. Sempat molor sampai umur 14 bulan
(dari rencana 6 bulan), dikarenakan situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan. Persiapannya juga serba cepat dan nggak seperti yang aku bayangkan (harus ribet, dll).

Setelah perlengkapan administrasi selesai, buru-buru deh diurusin pendaftarannya
(no excuse anymore if it's late), udah telat lama soalnya. Untuk persiapan baju (harus putih soale), mama sudah serahkan pada Uti. Dengan komando 'yang penting dominan warna putih', Uti, Akung dan papa Eka berburu di toko baju anak (lha mama nggak sempet se).

Bersyukur sekali karena acaranya lancar dan mas Angga juga nggak rewel. Hanya kegerahan saja, karena udara yang tidak mendukung
(sumuk). Begitu selesai acara di gereja, gerimis kecil menanti di halaman parkir. Segera deh meluncur ke rumah (yang jaraknya nggak begitu jauh), karena harus menyiapkan acara makan bersama.

Berhubung waktu yang terus memburu, dan tidak ada kesempatan sama sekali untuk memasak
(tepatnya nggak bisa masak), maka jalan pintaslah yang wajib dipilih. Sebelum berangkat ke gereja, mama sudah order aneka macam sate buat makan malam kali ini. Awalnya sih mau makan di resto, tapi kok bawaannya pengen di rumah aja, lebih santai, jadi ya order aja biar praktis.

piringnya nggak s'ragam bu..

Ada sate kambing yang dipadu dengan gulenya, sate ayam, dan sate babi. Tidak ketinggalan bakmie goreng kesukaan para kru kecil
(krucils). Tidak ada menu khusus lainnya, karena memang tanpa persiapan. Fotonya aja ala kadarnya, keburu dilahap sama para penduduk sih. Penyajiannya juga keroyokan, 'sak nemue piring, wong di rumah aja kok'. Yang penting semua senang dan kenyang.

Memang kewajiban untuk membaptis mas Angga udah selesai, tapi tidak berhenti sampai di sini saja. Masih banyak kewajiban penting lain untuk membimbing sang pangeranku ini hingga dewasa nanti.
Thanks God for your blessing.


01 Januari 2009

Open House

Setiap Natal tiba, di rumah Uti selalu ada acara open house. Kali ini giliran rekan kantornya Uti yang akan dateng ke rumah. Jadilah ada hari repot di sela liburan akhir tahun. Repotnya bukan karena sibuk masak ato manggang, tapi beres-beresnya hehehe. Menu makanan sudah di siapkan hari sebelumnya. Karena jumlah tenaga yang terbatas, jadi masakan kita sub-kan (alias pesen) ke tempat catering langganan kita.

Karena acaranya siang hari, kita pilih menu Kikil Sapi nih (cuman gak ada fotonya). Pelengkapnya ada si lontong, sambel dan nggak lupa jeruk nipisnya. Selain Kikil Sapi, Uti juga pesen Sate Ayam. Disiram dengan bumbu kacang, sambel dan irisan bawang merah.



Rasanya nggak sreg juga kalo Uti nggak turut andil di dapur. Akhirnya, resep andalan pun diterbitkan, Ayam Goreng Lengkuas. Dilengkapi sambel bajak, lalapan timun, kacang panjang, kubis dan gorengan pete, hmmm pasti ludes dalam sekejap deh.



Sebagai pencuci mulut, ada buah jeruk dan rambutan yang menemani.


Rangkaian kue juga tersedia sih di meja, lagi-lagi karena nggak sempet, jadi tidak terdokumentasi deh. Yah, syukurlah semua berjalan dengan sukses. Semua kelelahan dihapus dengan senyum puas para penikmat makanan.


01 November 2008

Balada Terong Balado

Masakan apa pun kalo nggak pedes pasti kurang nendang rasanya (itu sih semboyan yang suka pedes). Karena lagi bosen sama sayur yang berkuah-kuah, jadinya bikin yang dicocol-cocol (wallah bahasanya) aja. Sudah terbayang-bayang dari semalem mau buat sambel terong. Tapi kok ya nanggung banget, soalnya kalo udah habis kan mesti ngulek sambel baru tuh, trus goreng terong lagi, nggak praktis banget rasanya. Dibuatlah yang sekali nyambel, eh bisa dilampiaskan untuk seharian.



Papa gak suka sama terong, jadi ya diambil sambelnya thok. Kalo Mama sih apa pun yang terjadi ya terong forever, wong emang lagi pengen. Setelah diicip, slruupp, hhmm..pedes merem melek deh. Dimakan bareng gorengan tempe hangat atai ikan asin atau apa pun, nikmat deh rasanya. Gak kan nolak kalo ditambahin seentong nasi lagi..lagi...dan lagi..(udah ah..keterusan nanti). Terlampiaskan deh balada si terong.