16 Desember 2008

Lumpur Kentang

Salah satu jajan pasar andalan mama adalah lumpur kentang, selain memang favorit, dalam hal pembuatan, mama tidak pernah gagal sejak pertama kali praktek, (khusus untuk kue ini lho ya hehehe). Bahan dan cara membuatnya memang nggak terlalu susah, hanya butuh kesabaran aja untuk mencetaknya satu demi satu. Resep didapet dari dapur bunda















Lumpur Kentang

Bahan:
15
0 gr gula pasir
250 gr tepung terigu
500 gr kentang, kukus dan haluskan
100 gr minyak sayur
3 kuning telur
2 putih telur
500 ml santan kara (300 ml santan kara + 200 ml air), rebus, dinginkan
1 sdt vanili
1 sdt garam

Cara:
Kocok gula dan telur sampai putih dan mengembang.
Masukkan garam dan vanili sambil terus dikocok.
Setelah rata, masukkan santan sambil dikocok dengan kecepatan rendah.
Masukkan kentang halus, aduk rata.
Masukkan terigu sedikit demi sedikit sambil terus diaduk. Terakhir tambahkan minyak sayur.
Cetak pada vetakan kue lumpur. Bakar diatas api, atau panggang di oven, 10-15 menit.

09 Desember 2008

Erlangga's 1st B'day

Happy b'day to you...
Happy b'day to you...
Happy b'day...happy b'day...
Happy b'day Mas Angga...


Lagu itu menggema disaat perayaan ulang tahun mas Angga yang ke 1. Yaa, tanggal 7 Desember kemaren mas Angga genap 1 tahun. Sudah mulai blajar jalan, blajar ngomong, dan sudah pinter ngerjain orang. Nggak ada perayaan yang besar, hanya syukuran dan kumpul keluarga aja. Mama juga gak sempet buat apa-apa, cuman cupcakes standard aja yang disusun jadi kue ulang tahunnya.


Dan untuk sang jagoan, mama sama papa siapin hadiah spesial buat mas Angga. Hadiah yang kalo diliat-liat wajahnya kok ya agak mirip sama yang punya, hehehe.


Selamat ulang tahun ya Nak. Semoga panjang umur, sehat selalu, jadi anak yang pinter, cerdas dan berbakti. Tuhan memberkati. Amin. Sun sayang dari mama & papa, mmuuahh...


08 November 2008

Puding Melon

Tadi pagi waktu ke warung sayur sebelah rumah ada melon bentuknya mungil banget, segede batok kelapa gitu. Lucu deh bentuknya. Gak perlu berpikir panjang langsung diambil (baca: dibeli) aja.


melon mungil

Rencananya sih si melon cuman dima'em gitu aja, buat seger-segeran. Tapi tergiur nyobain resep Puding Almond-nya Bu Fatmah yang menggoda dan kok ya pas terhalang gak punya fruit cocktail plus essence almond, jadi harus sedikit berkreasi sendiri.

Dilucutilah kulit si melon untuk menemani si puding. Melonnya aku parut, soalnya yang ma'em mas Angga
(yang lain juga boleh kok, cuman prioritasnya kan si ciprut). Kalo pengen dipotong kotak kecil-kecil juga gak masalah. Setelah pudingnya mateng, hilangkan uapnya sebentar baru masukin parutan melonnya, trus dinginkan.


puding melon

Kalo soal rasa jangan ditanya deh. Resep keluaran Sang Suhu ini tiada duanya. Coba aja deh, pasti ketagihan.


Puding Almond
By: Fatmah Bahalwan

Bahan:
1 liter susu segar
1 bks agar-agar bubuk putih
250 gr gula pasir
1 sendok teh essence almond
1 klg fruit cocktail siap beli

Cara membuat:

Masak sambil diaduk-aduk: susu, agar-agar dan gula pasir hingga mendidih. Matikan api.
Masukkan essence almond, aduk rata, biarkan uapnya hilang.
Tuang agar-agar ke dalam cetakan kecil-kecil, biarkan setengah beku.
Beri 1 sdt fruit cocktail di setiap cetakan. Bekukan dalam kulkas hingga saat disajikan.


01 November 2008

Balada Terong Balado

Masakan apa pun kalo nggak pedes pasti kurang nendang rasanya (itu sih semboyan yang suka pedes). Karena lagi bosen sama sayur yang berkuah-kuah, jadinya bikin yang dicocol-cocol (wallah bahasanya) aja. Sudah terbayang-bayang dari semalem mau buat sambel terong. Tapi kok ya nanggung banget, soalnya kalo udah habis kan mesti ngulek sambel baru tuh, trus goreng terong lagi, nggak praktis banget rasanya. Dibuatlah yang sekali nyambel, eh bisa dilampiaskan untuk seharian.



Papa gak suka sama terong, jadi ya diambil sambelnya thok. Kalo Mama sih apa pun yang terjadi ya terong forever, wong emang lagi pengen. Setelah diicip, slruupp, hhmm..pedes merem melek deh. Dimakan bareng gorengan tempe hangat atai ikan asin atau apa pun, nikmat deh rasanya. Gak kan nolak kalo ditambahin seentong nasi lagi..lagi...dan lagi..(udah ah..keterusan nanti). Terlampiaskan deh balada si terong.


30 Oktober 2008

Pak Sultan..eh..Sri Sultan

Merupakan sesuatu yang jarang buatku bertemu dengan tokoh politik, orang penting dan terkenal atau pun artis. Tapi beruntunglah aku menjadi pekerja di media yang pastinya bisa memudahkan aku untuk bertatap muka dengan mereka. Seperti beberapa waktu lalu aku bisa berpose dengan beliau ini. Kali ini ada lagi nih yang singgah ke kantor. Sri Sultan Hamengku Buwono X bertandang hari Kamis kemarin. Sempet bingung juga manggilnya mesti gimana, Pak Sultan atau Raja Sultan atau Sri Sultan.

Menurutku penampilannya sederhana, hanya saja punya kharisma tersendiri. Sempet bikin gempar orang sekantor sih, soalnya pada pengen salaman plus foto bareng. Tepat jam 2 siang Sang Raja datang bersama rombongan. Setelah ada sedikit penyambutan, dilanjutkan dengan acara diskusi. Temanya sih gak jauh-jauh dari dunia politik. Berhubung di sini hanya tempat diskusi kuliner dan sharing cerita, jadi diskusi politiknya tidak perlu diekspose yaa.

pada rebutan mau salaman

Gaya bicara Sultan santai banget, sederhana dan n'jawani (ya iyalahh...wong rojone wong jowo).


Karena aku konsentrasinya hanya ke Sultan aja, sampek gak ngira kalauada pencipta sekaligus penyanyi lagu balada Franku Sahilatua. Ya, Bung Franky ini ternyata ikut dalam rombongan Sri Sultan. Kalau bertatap langsung sempet 'manglingi' (aduh bahasa apalagi sih ini, ehmm itu lho agak berbeda), tapi kalau udah difoto gini siapa sih yang nggak tau penyanyi ini.


Franky Sahilatua


Franky & Jane (ihh..nggak banget)

Setelah 2 jam pas, Sultan dan rombongan pamit, karena ada acara lain. Dan aku menanti kapan lagi ada orang terkenal atau tokoh yang mampir.


15 Oktober 2008

Baking Blue

Udah lama nih gak up date. Disamping kesibukan, alasan klasik lainnya adalah lagi 'M' (baca: males). Ada aja halangan yang membuat tangan ini tidak bisa menari di atas keyboard, hanya untuk sekedar ngisi sesuatu yang baru atao up date an apalah. Kesibukan memang selalu menjadi alasan. Tapi ngomong-ngomong lagi sibuk apa sih??

Jangan dipikir sibuk dengan alat perang di dapur ya, tapi lagi sibuk dengan komandan kecilku yang sudah mulai gak bisa diem plus ditinggal sedetik aja. Jangankan ditinggal 'ngudheg' adonan, kita lengah sedikit aja, dia pasti sudah membuat suara mama atau papa bergema di rumah. 'Mass...hayoo...gak boleh' atau 'Mass...jangan, kotor itu' atau lagi 'Mass...kemana, sini aja', dan masih banyak kalimat lain yang mengandung unsur larangan deh.

'Mass...jangan, nanti kecepit lho'


'Ayo sini aja'


Bukannya Mama sama Papa terlalu melarang mas Angga mengeksplorasikan diri, cuman ada hal-hal yang butuh pengawasan lebih extra. Soalnya anak seumur mas Angga hobi banget sih ngincipin benda apa pun ke mulutnya. Nah lho kan harus dengan pengawasan ketat jadinya.

Tapi mungkin terlalu mendramatisir dan menghiperbolakan ya kalau gara-gara mas Angga, Mama jadi gak sempat nengok dapur. Sebenernya sih bukannya gak sempet nengokin si dapur, cuman selalu ada penolakan dengan sendirinya kalo liat mixer, loyang, oven, dkk deh. (Yah..itu sih namanya baking blue ma..) Iya nih, Mama lagi kena serangan baking blue. udah masak atau buat kue gak canggih, masih pake acara baking blue segala. Ya sudah, pelariannya ya ke mas Angga. Liat tingkah polah juragan kecilku ini, semua persoalan bisa terlupakan. Termasuk acara di dapur, yang biasanya mengasyikkan, eh sekarang malah membosankan. Yah, semoga aja gak berlangsung lama. Mama lagi berusaha mengumpulkan semangat perbakingan lagi nih. Soalnya resep-resep baru sudah menunggu, oke.

22 September 2008

Jurus ampuh jeruk lemon



Jeruk lemon, memang segar dibuat jus sebagai minuman. Tidak hanya itu, ternyata jus ini juga sangat bermanfaat membantu kita membersihkan peralatan rumah tangga dan dapur. Bahan alami yang murah meriah ini bisa membuat peralatan kotor menjadi
kinclong kembali. Kira-kira apa saja ya jurus ampuh yang bisa digunakan dari jeruk lemon ini?

* Campuran satu bagian jus jeruk lemon dan satu bagian minyak zaitun dapat membersihkan bagian-bagian rumah yang tebruat dari kayu agar kilaunya kembali bersinar.
* Jika dipadukan dengan sejumput garam dapur, jus jeruk lemon dapat membersihkan noda yang menempel pada barang-barang dari tembaga dan sejenisnya.
* Potongan jeruk lemon yang diletakkan dalam kotak es, mampu menyerap bau kurang sedap sekaligus menyebarkan aroma segar sitrun.
* Tempatkan potongan jeruk lemon dalam semangkuk air dan masak dalam microwave selama dua menit, niscaya bau microwave akan segar kembali.

Kayaknya masih banyak deh fungsi dari si jeruk ini. Bisa menghilangkan noda di kain, meredakan demam dan asam lambung, sariawan dan membasmi kuman pada luka. So, yang alami tidak kalah ampuhnya kan dengan yang buatan.


16 September 2008

Cupcakes Addict

Memang sangat mengasikkan bermain dengan cupcakes ini. Setelah kemaren berhasil menaklukkan resep cupcakes dari resep buttercake dasar, kali ini sudah mulai berani untuk memodifikasi nih. Karena di rumah punya stok jeruk peras yang berlimpah, jadi buat resep cupcake rasa orange. Niatnya juga pengen dibagi-bagiin buat icip-icip, kayaknya kalo satu rasa aja kurang oke deh, jadi buat lagi yang rasa coklat.

Setelah keluar dari oven, tangan sudah gatel nih pengen nyemprotin buttercream, meskipun masih bingung mesti dihias gimana. Karena masih amatiran, jadi mesti cari inspirasi dulu nih sambil ngelonin mas Angga, eh malah ikut babalas pisan hehehe. Begitu udah dapet pencerahan, langsung deh ngocok buttercream dan langsung semprotin ke cupcake.




Masih kurang puas sih sama hasilnya, karena masih standard dan gak rapi. Harus banyak latihan lagi melemaskan tangan dengan spluit nih. Untuk rasa, dijamin deh satu tak kan pernah cukup
(ciiieee). Tapi gak papa, bagiku ini merupakan kesuksesan, karena telah mengalahkan rasa penasaran yang mendalam. Pengen buat lagi deh rasanya. Bener-bener addicted nih cupcake.

12 September 2008

Lovely Cupcakes

Lagi penasaran sama cupcakes nih. Karena nggak ada resep khusus (resep apa aja bisa), jadi buat yang gampang dulu, yang irit dulu hehehe. Resepnya pake resep buttercake 2 telur dari NCC yang tersohor itu. Belum berani memodifikasi, soalnya dalam taraf belajar, jadi ya diikutin dengan patuh resepnya. Hasilnya lumayan banyak, dan wanginya itu lho, hhmmm...bikin ngiler deh. Ngluarin dari oven, langsung jejingkrakan (orang rumah sampek pada bingung). Tapi luar biasa rasanya berhasil menaklukkan si cupcake (mau dibilang norak, cuek aja). Setelah keluar dari oven, Uti menjadi volunteer for the first bite, katanya enak, cuman kemanisan (oke deh,lain waktu gulanya dikurangin). Niatan untuk menghias sangat membara, tapi apa daya sudah saatnya mas Angga minum gentong mama, jadi hasrat untuk menghias ditunda dulu. Yang jelas lebih semangat lagi untuk proyek selanjutnya dan nggak ada keraguan lagi untuk membuat cake yang lain.



Buttercake Dasar 2 Telur
By: NCC

Bahan:

250 gr gula pasir
200 gr tepung terigu
120 gr mentega
2 butir telur
150 ml susu segar
1 sdt baking powder
1/2 sdt vanili

Cara membuat:

1. Panaskan oven 180 derajat celcius
2. Kocok mentega, gula, vanili, hingga mengembang dan pucat. Masukkan telur, kocok lagi hingga tercampur rata dan mengembang.
3. Masukkan tepung, baking powder, dan susu secara bergantian, aduk rata.
4. Tuang dalam cetakan cupcake, oven kurang lebih 30 menit. Angkat.


08 September 2008

Proyek Minggu Ceria

Hari Minggu kemaren nggak ada jadwal kemana-mana (biasanya ada aja), secara papa harus terbang ke Medan (tugas kantor memang tidak mengenal hari libur). Papa brangkatnya Minggu jam 9 pagi, packingnya udah dari Sabtu malem. Setelah melakukan persiapan, pamitan plus cipika cipiki, akhirnya papa meluncur ke bandara, diiringi lambaian tangan mama dan mas Angga (wallahh, berlebihan, biasanya juga sering ditinggal kok). Abis papa berangkat, mama bebas merdeka, eh salah hehe, maksude bebas bermain sama mas Angga. Tambah lucu aja anakku ini, tambah pinter juga, soale sudah sukses membuat mama kewalahan dan kecapekan mengikuti dia bolak-balik dari ruang tamu sampek dapur dengan mbrangkang (merangkak.red). Dianya sih asik-asik aja, lha mama yang gempor. Giliran dia yang capek, mama juga yang harus ngladenin (ya iya lahh), mesti nggendong, ambil minumnya, trus abis minum harus ganti celananya, soale yang atas diisi eh yang bawah bocor alias ngompol. Tapi sangat menyenangkan sekali menghabiskan waktu bersamanya. Setelah mas Angga ka'o (bobok), giliran mama yang memanjakan diri. Bukan dengan luluran ato creambath sih, tapi perang sama peralatan dapur (sudah dinanti-nanti nih).

Pengennya buat yang nggak ribet-ribet sih
(alasan: kekurangan bahan, hehe). Buka di kulkas masih ada jagung manis pipilan, ide yang langsung muncul adalah bakwan jagung (ide yang nggak mutu nggak sih). Lumayan buat camil-camilan (bukannya buat lauk ya). Sreng...srengg..goreng..goreng...mateng deh.



Abis acara menggoreng selesai, baru inget kalo tadi pagi ngrendem kacang ijo. Sebelumnya ngintip mas Angga dulu di kamar, ternyata masih pulas, langsung deh dilanjut buat bubur kacang ijonya. Diicipin, mmm..enakk. Tapi mama senengnya kalo dikasih es ato dimasukkin kulkas, segerr gitu rasanya. Jadi minumnya nunggu agak lama dulu biar dingin.


Setelah semua beres, masukkin semangkok kacang ijo ke kulkas, eh kok ada bungkusan siomay nyempil di pojokkan
(jangan kuatir, siomaynya beli jadi kok). Tanpa pikir panjang, kembali lagi ke paraduan (dapur.red), ambil kukusan, masukin tuh siomay, tunggu deh sampai mateng. Pas si somay mateng, pas pula mas Angga bangun. Padahal proyek mama belum selesai nih (mengabadikan karya yang tidak seberapa ini, hehe). Tapi nggak papa deh, diladenin dulu si mas ini, kalo udah kan bisa diambil alih sama mbah Mus sang asisten. Abis itu baru deh mama jepret-jeprett.


Akhirnya terlampiaskan sudah hasrat perdapuran. Proyek Minggu Ceria sudah terlaksana dengan sukses. Tinggal menyaksikan segala jerih payah itu satu per satu dinikmati semua keluarga dan mama kembali bermain dengan mas Angga.



03 September 2008

Sponge Cake Pandan

Selama ini memang jarang alias kurang pede untuk buat kue yang mewajibkan dipanggang. Takut kalo terjadi sesuatu alias bantet. Namun demi mengusir rasa penasaran, akhirnya ditekad juga untuk buat kue yang gampang dulu. Dengan semangat membara, meskipun pulang kantor pun dibelain ngetes kemampuan ngudheg adonan, sekalian merawanin si oven baru. Terpilihlah resep Sponge Cake, dikasih pasta pandan jadilah Sponge Cake Pandan.

Sponge Cake Pandan
By: Fatmah Bahalwan











Bahan:

8 butir telur
200 gr gula
225 gr terigu
1 sdm emulsifier
100 gr margarine, lelehkan
pasta pandan

Cara:

- Kocok telur dan gula sampai naik, masukkan emulsifier, kocok terus hingga kental
- Tuang tepung terigu sambila diayak secara bertahap, aduk rata
- Masukkan pasta pandan, mentega cair, aduk rata
- Tuang ke dalam loyang, oven sampai matang


05 Agustus 2008

Pastel

Kali ini pengen buat yang gurih dan pedes. Mumpung suasana lagi mendukung, ngintip mas Angga ternyata masih bobok, peralatan dan bahan-bahan telah tersedia, maka dengan segera mama berperang di dapur. Pembuatannya gak memakan waktu lama kok. Yang lama adalah nyubitin si kulit yang udah diisi rogout (soale cetakannya nggak tau ketlisut dimana).

Pastel
By: Fatmah Bahalwan

Bahan :
Tepung terigu untuk taburan
2 butir telur rebus, kupas, iris jadi 20

Isi :
3 sdm marganin, untuk menumis
4 siung bawang putih
10 butir bawang merah
150 gr daging ayam giling
75 gr wortel, potong dadu 1/2 cm
75 gr buncis, iris 1/2 cm
1 sdt garam
1 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
100 cc susu cair
2 batang daun bawang, iris halus
3 batang seledri, iris halus

Kulit :
1 butir telur
1 sdt garam
250 gr tepung terigu
50 gr margarin leleh
75 cc air
minyak untuk menggoreng

Cara Membuat :
  1. Isi : Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum, masukkan daging ayam. Setelah berubah warna, masukkan wortel, buncis, garam, merica, gula. Tuangi susu, masak hingga matang. Masukkan daun bawang dan seledri. Aduk, angkat.
  2. Kulit : Kocok telur dan garam. Campurkan ke dalam terigu. Aduk sambil tuangi margarin leleh dan air. Uleni adonan hingga lembut dan dapat dibentuk.
  3. Gilas adonan hingga setebal lk 1/4 cm di atas meja bertabur tepung terigu.
  4. Cetak bentuk bundar bergaris tengah 10 cm.
  5. Ambil selembar adonan, beri 1 sdt adonan isi dan seiris telur rebus. Lipat jadi dua membentuk setengah lingkaran. Cubit-cubit keliling sisinya sampai tertutup rapat.
  6. Panaskan minyak goreng dengan api kecil. Masukkan pastel, goreng hingga kuning kecoklatan. Angkat, hidangkan hangat


14 Juli 2008

Koki Amatir

Sabtu kemaren di rumah Uti ketempatan arisan WK. Pesertanya gak banyak, sekitar 20 orang aja. Berhubung kita lagi indekos di sini, jadi ya wajib memenuhi pesenan tuan rumah.

Uti: 'dibuatin yang praktis aja yo Ma'
Mama: 'iya'
Uti: 'kue aja, kayak lemper, pukis, ato donat, trus apa lagi ya...'
Mama: (gubraakk...katanya praktis, kok jadi banyak requestnya)

Mulai berpikir...maksudnya praktis itu buat kue yang caranya gak ribet dan yang penting pasti jadinya, soalnya trauma banget kalo gagal (maklum koki amatir nihh)

Setelah berpikir sejenak, menimbang-nimbang sedikit, akhirnya selesai juga. Ini dia yang terpilih

ada lemper, pukis, bikang dan muffin

Standard banget ya, gak ada yang istimewa. Maklum minim pengalaman, tapi akan terus berusaha.

Eh, pas arisan belum mulai, ada seorang ibu yang nambahin kue hasil karya beliau sendiri. 'Buat icip-icip' katanya. Ya sudah, ditambahin deh kuenya. jepprettt..



Waktu arisan sudah buyar, tidak ada suguhan yang tersisa. Biasalah ibu-ibu pasti inget sama yang di rumah. Tas plastik pun udah disiapkan. Untung tadi kita udah sisihin sebagian. Hehe..

23 Juni 2008

Spaghetty

Keinginan Papa Eka-nya mas Angga. Lagi sakit cacar air yang terkurung dan gak bisa kemana-mana. Harus menyendiri di kamar, hanya ditemani bantal guling yang bau pesing. Hehehe...

Pengen spaghetty tapi buatan sendiri aja, minimalis dan jadinya lumayan banyak, dan semua bisa ikut ngincipin. Resepnya atas inisiatif sendiri, dan memang udah teruji sesuai dengan lidah orang rumah.




Spaghetty ala Dapurveo

Bahan:
1 kotak spaghetty
2 butir bawang bombai (ukuran sedang)
250 gr daging cincang (kalo terpaksa ya daging corned aja)
merica bubuk, garam, gula, kecap inggris, kecap manis (ukuran feeling aja)

Cara:
1. Rebus spaghetty 5-7 menit sampek agak lunak, beri garam sedikit. Tiriskan.
2. Panaskan minyak goreng, tumis bawang bombai sampai harum, tambahkan kecap manis, kecap inggris, merica bubuk, garam, gula. Masukkan daging, campur hingga rata. Beri sedikit air, biarkan hingga matang.
3. Siapkan spaghetty di piring saji, siram dengan sausnya.


20 Juni 2008

Timus...Pilus...gak tau dehh..


Ada yang kasih nama Timus, ada yang Pilus, gak tau deh yang bener yang mana. Yang jelas, ini salah satu gorengan favoritku. Rasa ketela yang kenyil-kenyil membuat lidah pengen terus bergoyang, hehe...Kalo di keluargaku sih nyebutnya tetep timus, perpaduan dari ketela, gula, telur dan tepung tapioka. Buatnya cukup mudah, sedikit memakan waktu sih, tapi gak banyak kok. Soalnya kan nunggu ketelanya dikukus dulu, trus dilumatin (dilembutkan), dicampur dengan bahan yang lain tadi sampek kalis. Setelah itu dibentuk bulat-bulat ato sesuai selera, trus digoreng sampek kekuningan, siap disantap. Dalam sekejap timus ludes tak bersisa. Lha gimana nggak, wong mama aja langsung habis tiga hehehe...


09 Juni 2008

Ngungsi..ngungsi...

Senang ya kalo kita punya impian yang kita pikir nggak bisa terwujud, eh akhirnya kelakon (terlaksana) juga. Critanya papa punya cita-cita pengen membuat benteng pertahanan alias rumah kita ini menjadi lebih "lega". Katanya biar tempat maen mas Angga jadi lebih luas. Memang sih rumah kita bukan tergolong rumah yang segede gaban, cuman kalo dirombak dikit bisa kelihatan lebih besar. Niatan ini sudah melanglang buana di pikiran papa sejak lama, cuman karna terbentur modal jadi ya diurungkan dulu. Nahh, karena hasrat sudha membara, dan dengan mempertimbangkan simpanan dana moneter yang ada, akhirnya kita bertekad juga untuk merombak si rumah.

Langkah pertama, ngrancang desainnya dulu. Digambar-gambar, meskipun gambar amatiran (yang penting tau maksude). Setelah desain selesai, mulai survei-survei, nanya kiri-kanan kira-kira harus siapin dana brapa untuk model yang kita inginkan. Memang untuk urusan yang beginian kita gak boleh keburu-buru, mesti sabar dan tenang, soale kan mesti mikir panjang (mikir desainnya, bahannya, terlebih sih dananya, trus mesti beresin barang, trus diungsikan, ngrepotin tempat yang buat ngungsi, mesti ijin tetangga kiri kanan depan blakang, belom nanti kalo udah selesai smua harus ngatur letak barang lagi, dll deh). Jadi memang mesti dipikir mateng-mateng deh, asal jangan kegosongan aja hehehe.

Dikarenakan kapasitas rumah kita yang nggak memungkinkan untuk ditempai dikala renovasi, jadi terpaksa kita harus ngungsi. Uti dan Akung dengan senang hati menerima kedatangan kita kembali untuk tinggal di rumah blio (ya iya lahh..secara mas Angga cucu pertama, jadi gak ada penolakkan blass...) Kurang lebih 3-4 bulan, kita harus hidup menumpang. Untungnya rumah pengungsian masih satu kota dan gak sebrapa jauh, butuh waktu 15 menit aja, jadi ya kita masih bisa nengokin rumah.

Ya udah deh, mari berkemas-kemas.


Segala peralatan dan perabotan dikeluarkan dari sarangnya, terlebih yang barang elektronik harus segera diselamatkan nih.

Kalo ini senjata mama waktu action di depan kaca rias. Karena barangnya kecil-kecil dan banyak, dimasukkan ke tas aja, toh nanti waktu dikamar baru dikeluarin lagi.


Barang-barang lainnya dimasukkan ke kardus besar. Korden-kordennya dilepasin trus langsung dilaundry aja, biar ringkes. Khusus perbekalan mas Anga, langsung dibawa sak lemarinya aja. Karna percuma kalo mesti dikeluarin dulu, nanti mesti ditata lagi di tempat yang sama.

Rumah jadi kayak kapal pecah aja. Segala berantakan dan keributan dimana-mana. Barang-barangnya gak semua diungsikan di rumah Uti dan Akung, tapi ada yang ke rumah Yangti dan Yangkung (khususnya barang yang besar-besar, secara rumah Yangti lebih terjangkau dari rumah, biar kalo usung-usung lagi gak terlalu jauh). Memang bener-bener repot deh.

Lha karena dapur juga terkena imbas renovasi, jadi sementara pinjem dapur Uti dulu untuk bereksperimen. Jadi enak juga, soale semakin banyak yang bisa diminta ngincipin hasil olahan chef amatir ini.

30 Mei 2008

Selamatkan Indonesia!

Jadi panitia dalam acara besar memang membanggakan, tapi kalo didaulatnya secara dadakan jadi panik juga. Kemarin, kantor tempatku bekerja ngadain acara yang cukup besar karena mengundang tokoh besar juga. Bapak Mohammad Amien Rais bertandang ke kantor dalam rangka bedah buku terbaru karya beliau yang berjudul "Selamatkan Indonesia". Hadir juga sebagai pembicara Bapak Arief Affandi (Wawali Surabaya).



Secara mendadak dangdut namaku dimunculkan sebagai bagian informasi, reservasi dan registrasi acara yang terbuka untuk umum ini (padahal aku sendiri gak paham). Walhasil, kalang kabutlah aku. Selain harus menerima telpon dari banyak orang (sampek tugas rutin terbengkalai karna telp berdering trus), ngurusin konsumsinya juga, trus mensiasati ruangan biar cukup buat orang banyak, dll deh. Tapi untungnya teman seruanganku berbaik hati membantu persiapan acara (trimakasih ya mb. Zera).

Konsumsi kuenya pesen di catering langganan. Selain gak sempet, belum pede juga buat kue untuk pesenan 200 kotak hehehe..

Setelah acara selesai, orang-orang pada berebut minta tanda tangan Pak Amien. Aku sih gak ikutan, tapi menunggu saat yang tepat aja (karena masih repot ngurusin makan siang, dll). (Makan siang udah disiapin sama panitia, menunya sate ayam + kambing sama gule kambing. tapi gak ada fotonya, soale konsentrasi penuh sama undangan VIPnya) Lha disaat Pak Amien nggak sibuk (Pak Amien gak ikut makan karna puasa) dengan langkah yang agak ragu, aku minta ijin untuk foto bareng, dan belionya bersedia. Wuiihh senengnya, jarang nih bisa ketemu apalagi foto bareng sama orang setenar Pak Amien.




Abis foto bareng, giliran minta tanda tangan di buku karyanya. Yang satu ini butuh perjuangan lho. Soalnya waktu kutinggal ambil buku sebentar, eh belionya udah pamitan (jadwalnya padet banget sih..) Jadilah kejar-kejaran sama Pak Amien, sempet keder juga takut kalo Pak Amiennya nggak mau. Tapi syukurlah, perjuangan itu akhirnya berhasil. Sebelum masuk mobil kita sempet salaman lagi.




Trimakasih ya Pak Amien.


12 Mei 2008

Tahu Telur Puyuh

Hari minggu, nggak kemana-mana, di rumah aja. Dari pada gak ngapa-ngapain, buat snack yang sekaligus bisa buat lauk. Terpilihlah Tahu Telur Puyuh, bisa digado aja atau dima'em pake nasi.

Buatnya gampang, bahannya mudah didapat dan dijangkau. Mumpung mas Angga lagi gelut sama Papa, ya Mama mengekspresikan diri aja di dapur. Dibantu sama mbah Mus yang lagi pengen berkreasi juga. Hehehe...



Tahu Telur Puyuh

Bahan:

4 kotak tahu ukuran sedang, haluskan
10 butir telur puyuh rebus
100 gr daging kornet
3 siung bawang putih, cincang
1 sdt merica
1 butir telur
1/2 sdm maizena
100 gr tepung panir

Cara:

1. Campur tahu, daging, bawang putih, merica, garam, dan telur sampai rata. Tambahkan maizena aduk lagi.
2. Siapkan cetakkan kue mangkuk, masukkan adonan, isi dengan telur puyuh, kemudian kukus
± 20 menit. Angkat.
3. Keluarkan dari cetakan kue mangkuk, masukkan kedalam kuning telur, balur dengan tepung panir, goreng hingga kuning kecoklatan. Siap disantap (boleh pake cabe, oke juga pake sambel botolan)


02 Mei 2008

Putu Ayu

Emang udah diniatin dari kemaren-kemaren mau buat putu ayu. Soalnya request dari Akung udah lama banget. Berhubung hari libur dan mas Angga bobok, beraksilah aku di dapur.


Hasilnya lumayan banyak, jadi sekalian icip-icip ke eMak tetangga depan (yang udah jagain rumah selama papa di rumah sakit). Critanya 4 hari kemaren papa terpaksa berlibur di rumah sakit, soalnya kena DB, jadi mama titip rumah sama si eMak. Untung kondisi papa makin membaik, akhirnya boleh pulang.


17 April 2008

Jelly Stroberi

Lagi pengen yang seger-seger tapi nggak pengen ribet, hehehe...Buka lemari, eh nemu jelly instant rasa stobeli. Aduk-aduk sebentar, ditambahkan ke kocokan putih telur, jadi deh...


Bisa dima'em gitu aja, ato disiram pake fla.


07 April 2008

Selamat Datang

Selamat datang di dapur kecilku...
Tempatku melaporkan hasil pergulatan dengan berbagai peralatan, bahan dan bumbu dapur. Meskipun harus mencuri-curi waktu, dibela belain deh demi menyalurkan hobi dan hasrat perdapuran. Dengan segala keterbatasan yang ada, namun mencoba untuk melakukan yang terbaik (biar gak rugi waktu, bahan, biaya, dll. hehe...).
Yah semoga dapur kecilku ini bisa bermanfaat dan menjadi inspirasi.
Selamat menikmati...